{"id":1111,"date":"2021-06-24T05:50:54","date_gmt":"2021-06-24T05:50:54","guid":{"rendered":"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/?p=1111"},"modified":"2021-06-24T05:50:54","modified_gmt":"2021-06-24T05:50:54","slug":"mental-health-psychological-wellbeing-issues-challenges-during-pandemic-and-new-normal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/mental-health-psychological-wellbeing-issues-challenges-during-pandemic-and-new-normal\/","title":{"rendered":"Mental Health &#038; Psychological Wellbeing: Issues &#038; Challenges During Pandemic And New Normal"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Poster-UM-webinar.jpeg\" rel=\"attachment wp-att-1112\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1112\" src=\"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Poster-UM-webinar-206x300.jpeg\" alt=\"Poster UM webinar\" width=\"206\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Poster-UM-webinar-206x300.jpeg 206w, https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Poster-UM-webinar.jpeg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 206px) 100vw, 206px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamis (17\/6), Jurusan Psikologi Pendidikan dan Kaunseling Universiti Malaya (UM) mengadakan kegiatan acara Webinar dengan tema \u201cMental Health &amp; Psychological Wellbeing: Issues &amp; Challenges During Pandemic and New Normal.\u201d Acara webinar ini menghadirkan pemateri yang baik dan bagus, yakni Dr. Fonny Dameaty Hutagalung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengawali dalam pemaparan materinya, Dr. Fonny menjelaskan bahwa dalam satu studi tentang wabah sindrom pernapasan akut parah tahun 2019 di Hongkong, hampir setengah dari penduduk yang disurvei mengatakan bahwa pengalaman itu membebani kesehatan mental mereka. Data menunjukan 16% penduduk yang disurvey tersebut memperlihatkan tanda \u2013 tanda PTSD (post-traumatic stress disorder), pada 6 bulan setelah wabah berakhir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Foto-webinar-2021.jpeg\" rel=\"attachment wp-att-1113\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1113\" src=\"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Foto-webinar-2021-300x153.jpeg\" alt=\"Foto webinar 2021\" width=\"300\" height=\"153\" srcset=\"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Foto-webinar-2021-300x153.jpeg 300w, https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Foto-webinar-2021-1024x523.jpeg 1024w, https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Foto-webinar-2021.jpeg 1068w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Isolasi dan pengasingan fisik dilaporkan menjadi penyebab terjadinya peningkatan masalah lain dalam masyarakat seperti pelecehan anak, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan suami istri, orangtua kepada anak dan bunuh diri. Stressor lainnya selama pandemik seperti kehilangan orang yang dicintai karena covid, hal ini sungguh menimbulkan bahaya yang sangat jelas terlihat. Keluarga dan teman \u2013 teman dari penderita covid tidak dapat datang menjenguk ke rumah sakit atau sekedar menemani karena adanya pelarangan sebagai penekanan penyebarannya virus. Strategi yang membatasi interaksi manusia normal ditambah dengan ketakutan akan konsekuensi infeksi dan misinformasi media sosial dapat meningkatkan tingkat kekacauan, stres, dan ketegangan dalam masyarakat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi domestik dalam pribadi seseorang sebagai akibat dari masa pandemik ini menjadikan karakteristrik sosio ekonomi dalam masyarakat terdapat jurang perbedaan yang sangat menonjol. Karakteristik Sosio-ekonomi atau disebut SES (sosio-economic status) seperti ras etnik, gender, status sosial, pendapatan, latar belakang pendidikan dan lain \u2013 lain dapat memberikan dampak signifikan pada kesehatan mental masyarakat. Pandemik juga berdampak pada para pejuang garis depan yaitu tenaga medis. Kecemasan dalam bekerja yang dihadapi para tenaga medis seperti tekanan kondisi lingkungan, beban kerja, dan kurangnya waktu istirahat menjadi penyebab yang secara tidak langsung meningkatkan kemungkinan tenaga medis terserang virus Covid-19 dan berdampak pada beban psikologis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Webinar-2021-2.jpeg\" rel=\"attachment wp-att-1114\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-1114\" src=\"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Webinar-2021-2-300x150.jpeg\" alt=\"Webinar 2021 (2)\" width=\"300\" height=\"150\" srcset=\"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Webinar-2021-2-300x150.jpeg 300w, https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Webinar-2021-2-1024x513.jpeg 1024w, https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Webinar-2021-2.jpeg 1075w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Komunikasi dan informasi yang terjadi selama pandemik berubah dengan cepatnya dimana komunikasi global yang terjadi mengindikasi adanya informasi yang salah telah berkembang. Masyarakat sangat membutuhkan informasi dari media untuk memahami situasi dan menjaga kesehatan dirinya. perilaku mencari informasi akan mereduksi kecemasan yang diakibatkan oleh ketidakpastian yang terjadi selama wabah penyakit atau bencana.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Tuti Azizah)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kamis (17\/6), Jurusan Psikologi Pendidikan dan Kaunseling Universiti Malaya (UM) mengadakan kegiatan acara Webinar dengan tema \u201cMental Health &amp; Psychological Wellbeing: Issues &amp; Challenges During Pandemic and New Normal.\u201d Acara webinar ini menghadirkan pemateri yang baik dan bagus, yakni Dr. Fonny Dameaty Hutagalung. Mengawali dalam pemaparan materinya, Dr. Fonny menjelaskan bahwa dalam satu studi tentang wabah sindrom pernapasan akut parah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[],"class_list":["post-1111","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-chapter-report"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1111","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1111"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1111\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1115,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1111\/revisions\/1115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1111"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1111"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1111"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}