{"id":1123,"date":"2021-06-25T14:18:40","date_gmt":"2021-06-25T14:18:40","guid":{"rendered":"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/?p=1123"},"modified":"2023-10-30T10:55:01","modified_gmt":"2023-10-30T10:55:01","slug":"buku-teori-dan-praktik-konseling-jantung-konselor-profesional-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/buku-teori-dan-praktik-konseling-jantung-konselor-profesional-2\/","title":{"rendered":"Buku Teori Dan Praktik Konseling \u201cJantung Konselor Profesional\u201d"},"content":{"rendered":"<p>Hallo, Warga Psikopend Yang Berbahagia!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada Informasi penting nih terkait buku yang berjudul \u201cTeori Dan Praktik Konseling: Jantung Konselor Profesional\u201d karya Prof.Dr.Ahmad Juntika Nurihsan,M.Pd. yang terbaru. Bagi warga psikopend yang masih belum kenal siapa penulis dari buku ini. Admin akan memprkenalkan sekilas tentang biodata dari penulis buku ini. Nama lengkap penulis dari buku ini adalah &nbsp;Prof. Dr.Ahmad Juntika Nurihsan,M.Pd. Beliau adalah salah satu guru besar dari prodi bimbingan dan konseling UPI yang lahir di Majalengka pada tanggal 1 Juni 1966. Beliau menempuh pendidikannya mulai dari S1 dengan prodi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan di IKIP Bandung pada tahun 1990, kemudian dilanjutkan pendidikannya ke jenjang S2 dengan prodi Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP Bandung pada tahun 1993, tidak hanya berhenti di jenjang S2 saja pendidikannya tetapi beliau juga melanjutkan lagi pendidikannya ke S3 dengan prodi Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP Bandung pada tahun 1998. Kemudian beliau tamat menjadi guru besar di UPI pada tanggal 1 Desember 2009. Keren banget kan semangat belajar dari penulis buku ini, yang perlu kita tiru.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain itu juga, admin akan memperkenalkan sekilas prolog dari Prof Juntika terkait buku ini supaya warga Psikopend semakin tertarik dan cinta akan buku ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Foto-buku-dan-Prof-jUntika.jpeg\" rel=\"attachment wp-att-1124\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-1124\" src=\"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Foto-buku-dan-Prof-jUntika-300x150.jpeg\" alt=\"Foto buku dan Prof jUntika\" width=\"380\" height=\"190\" srcset=\"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Foto-buku-dan-Prof-jUntika-300x150.jpeg 300w, https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Foto-buku-dan-Prof-jUntika-1024x512.jpeg 1024w, https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/Foto-buku-dan-Prof-jUntika.jpeg 1528w\" sizes=\"auto, (max-width: 380px) 100vw, 380px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Prof Juntika, buku Teori dan Praktik Konseling ini sangat penting bagi penggiat kemanusiaan khususnya konselor dalam mengembangkan potensi manusia seoptimal mungkin. Dalam buku ini dijelaskan kaitan antara teori dan praktik konseling. Teori dan praktik konseling adalah dua hal yang sangat penting dalam pengembangan kemampuan profesional konselor dan pengembangan ilmu konseling. Teori dan praktik konseling keduanya saling mendukung. Dengan teori konseling, konselor memiliki kerangka kerja konseptual yang memungkinkan mereka dapat berpikir secara sistematis dalam praktik konseling. Selanjutnya dari praktik konseling ini dapat berkembang teori dan ilmu konseling. Para ilmuan seperti Sigmund Freud, Adler, Carl Rogers, Victor Frankl, dan Albert Ellis mengembangkan dan membangunan teorinya dari hasil pengalaman mereka dalam menangani bebagai kasus yang terjadi pada praktik konseling\/psikoterapi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hubungan antara teori dan praktik konseling ini dijelaskan sebagai berikut: \u201cTheories provide counsellor with conceptual framework that enable them to think systematically about human development and their practice of counselling\u201d. Dengan teori konseling ini, konselor dalam praktik konselingnya akan mantap dalam membuat keputusan dan memilih mengenai bagaimana memandang perilaku konseli dan bagaimana melakukan tindakan dan merespons konseli selama proses konseling. Adapun dari praktik konseling ini, konselor memperoleh pengalaman yang banyak tentang berbagai pendekatan, teori, strategi, dan teknik konseling dengan beragam karakteristik konseli, dan latar (tempat, waktu, dan situasi) konseling. Dari pengalaman praktik konseling ini, konselor akan semakin bijaksana dalam menggunakan berbagai teori konseling yang sesuai dengan karakteristik konseli dengan berbagai latar kehidupannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah itu sekilas prolog dari Prof. Dr. Juntika tentang buku ini warga psikopend yang berbahagia. Buku ini bermanfaat untuk warga psikopend juga loh karena dengan hadirnya buku ini warga psikopend bisa terbantu dalam mendukung kebutuhan khusus dari murid dalam pendidikan, seperti pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, dan kepribadian peserta didik di sekolah atau madrasah, dll.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila ada warga psikopend yang tertarik, minat, dan cinta akan buku ini untuk lebih dalam lagi. Warga psikopend bisa memesan buku ini di toko-toko online. Karena buku ini sudah tersedia di toko-toko online.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Team Publikasi Prodi Psikologi Pendidikan<\/p>\n<p>Sekolah Pascasarjana<\/p>\n<p>Universitas Pendidikan Indonesia<\/p>\n<p>#UPIBandung<\/p>\n<p>#PsikologiPendidikan #pendidikan<\/p>\n<p>#SPsUPI #UPIrumahkita<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hallo, Warga Psikopend Yang Berbahagia! Ada Informasi penting nih terkait buku yang berjudul \u201cTeori Dan Praktik Konseling: Jantung Konselor Profesional\u201d karya Prof.Dr.Ahmad Juntika Nurihsan,M.Pd. yang terbaru. Bagi warga psikopend yang masih belum kenal siapa penulis dari buku ini. Admin akan memprkenalkan sekilas tentang biodata dari penulis buku ini. Nama lengkap penulis dari buku ini adalah &nbsp;Prof. Dr.Ahmad Juntika Nurihsan,M.Pd. Beliau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[57],"tags":[],"class_list":["post-1123","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1123","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1123"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1123\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4115,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1123\/revisions\/4115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1123"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1123"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1123"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}