{"id":1618,"date":"2022-05-25T06:07:33","date_gmt":"2022-05-25T06:07:33","guid":{"rendered":"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/?p=1618"},"modified":"2022-07-08T06:20:44","modified_gmt":"2022-07-08T06:20:44","slug":"kelas-pagi-apa-yang-menyebabkan-kita-bisa-lupa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/kelas-pagi-apa-yang-menyebabkan-kita-bisa-lupa\/","title":{"rendered":"Kelas Pagi: Apa yang Menyebabkan Kita Bisa Lupa?"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hai, Sahabat Psikopend! Apa kabarnya pagi ini?<\/p>\n<p><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga masih tetap semangat puasanya ya<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u2728<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa di sini yang sering lupa?<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kira-kira apa yang yang menyebabkan kita sering lupa?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Yuk kita lihat pembahasannya dari perspektif psikologi kognitif.<\/p>\n<p>Apa Itu Lupa?<br \/>\nLupa adalah hilangnya informasi yang telah disimpan di memori jangka panjang (Ling&amp; Catling, 2012)<\/p>\n<p>Dalam kajian Psikologi Kognitif, terdapat beberapa teori yang menjelaskan tentang mengapa seseorang dapat lupa. Diantaranya teori Interferensi dan teori Peluruhan (Sternberg&amp; Sternberg, 2012).<\/p>\n<p>Menurut teori Interferensi, lupa terjadi karena proses mengingat kembali suatu informasi yang lain (Sternberg&amp; Sternberg, 2012).<\/p>\n<p>Sedangkan menurut teori Peluruhan, informasi menjadi lupa diingat karena informasi tersebut hilang secara bertahap dari jejak memori. Pandangan ini berbeda dengan teori interferensi yang memandang satu atau lebih informasi memblokir proses mengingat informasi yang lain (Sternberg&amp; Sternberg, 2012).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga bermanfaat ya, Sahabat Psikopend?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mata kuliah: Psikologi Kognitif<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ayu Ulivia (2020)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Diah Permata Sari(2021)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siti Maria Ulfah (2020)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Publikasi Psikologi Pendidikan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekolah Pascasarjana<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Pendidikan Indonesia<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">#UPIBandung #PsikologiPendidikan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">#KelasPagiPSikopend<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hai, Sahabat Psikopend! Apa kabarnya pagi ini? Semoga masih tetap semangat puasanya ya\u2728 Siapa di sini yang sering lupa? Kira-kira apa yang yang menyebabkan kita sering lupa? Yuk kita lihat pembahasannya dari perspektif psikologi kognitif. Apa Itu Lupa? Lupa adalah hilangnya informasi yang telah disimpan di memori jangka panjang (Ling&amp; Catling, 2012) Dalam kajian Psikologi Kognitif, terdapat beberapa teori yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1618","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1618"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1618\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1619,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1618\/revisions\/1619"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}