{"id":1665,"date":"2022-09-15T15:11:57","date_gmt":"2022-09-15T15:11:57","guid":{"rendered":"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/?p=1665"},"modified":"2022-11-12T01:42:26","modified_gmt":"2022-11-12T01:42:26","slug":"media-sosial-sebagai-media-pembelajaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/media-sosial-sebagai-media-pembelajaran\/","title":{"rendered":"[Kelas Pagi] MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Oleh: Raysha Amanda (2021) dan Wuri Relistiani (2021)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Mata Kuliah Perkembangan Media Pembelajaran)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Media itu apa sih?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Arsyad (2006), kata media berasal dari bahasa latin <em>medius<\/em> yang berarti tengah, perantara atau pengantar. Media pembelajaran adalah alat bantu pembelajaran yang dapat membantu membuat pembelajaran lebih efektif dan menarik. Harmer juga mengatakan bahwa objek seperti gambar dan yang lainnya dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang dapat melibatkan siswa dalam aktivitas pembelajaran (Harmer, 2017).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya media sosial merupakan perkembangan mutakhir dari teknologi-teknologi web baru berbasis internet, yang memudahkan semua orang untuk dapat berkomunikasi, berpartisipasi, saling berbagi dan membentuk sebuah jaringan secara online, sehingga dapat menyebarluaskan konten mereka sendiri (Tyas, Budiyanto, &amp; Santoso, 2015). Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi facebook, twitter, blog, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat diseluruh dunia (Gunawan, 2017).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa saja sih media sosial yang dapat dijadikan media pembelajaran?<\/strong> (Wibawanto, 2020)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Facebook<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Strategi yang bisa di lakukan untuk pembelajaran ini adalah metode pemberian tugas, metode diskusi, metode kerja kelompok, kegiatan memakai tutor sebaya dan pemodelan atau cara lain dapat menyuruh siswa membaca yang sesuai. Berdasarkan hal itu maka facebook bisa di jadikan strategi alternatif dalam permasalahan mengontrol dan memberikan pemahaman yang sesuai atau memberikan pengayaan pada para peserta pembelajaran jarak jauh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Instagram<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Instagram bisa menjadi penghubung dan berbagi informasi antara siswa, guru dan bahkan orang tua. Para guru dapat menggunakan Instagram untuk mengumumkan tugas, pekerjaan Rumah secara kreatif, berbagi pengalaman dengan murid di kelas dengan bantuan gambar dan hal lain yang berhubungan dengan pendidikan. Instagram ini sangat cocok apabila digunakan juga sebagai media pengganti kegiatan tatap muka di kelas. Guru bisa membagikan video maupun gambar untuk ditanggapi oleh siswa. Siswa juga dapat membagikan video maupun gambar yang menjelaskan aktivitas pembelajaran yang dilakukan selama di rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>YouTube<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Guru dapat membuat konten-konten video pembelajaran yang menarik untuk diunggah. Guru juga dapat menggunakan fasilitas searching untuk mencari dan menemukan video-video pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan diberikan kepada siswa. Disamping itu guru juga dapat menambahkan deskripsi materi dari video yang digunakan dalam pembelajaran yang digunakan. Siswa dapat melihat dan mengunduh video tersebut sebagai pengganti penjelasan terhadap materi yang diberikan oleh guru. Siswa juga dapat mengunduh video-video pembelajaran lainnya sebagai sumber belajar yang relevan. Youtube dapat juga digunakan sebagai media presentasi bagi siswa untuk melaporkan kegiatan atau hasil belajar yang telah dilakukan selama di rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>TikTok<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak jauh berbeda dengan media sosial lainnya, TikTok juga dapat digunakan sebagai media pengganti kegiatan tatap muka di kelas. Siswa dan guru dapat membuat video untuk tugas maupun pembelajaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Sumber:<\/em><\/strong><br \/>\n<em>Arsyad, A. (2006). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.<\/em><br \/>\n<em> Gunawan, I. G. (2017). Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Pendidikan Agama Hindu. Jurnal Bawi Ayah, 16-27<\/em><br \/>\n<em> Harmer, J. (2007). The Practice of Language Teaching. Cambridge: Ashford Colour Press.<\/em><br \/>\n<em> Tyas, D. L., Budiyanto, A. D., &amp; Santoso, A. J. (2015). Pengaruh Kekuatan Media Sosial dalam Pengembangan Kesenjangan Digital. Scientific Journal of Informatics, 147-154.<\/em><br \/>\n<em> Wibawanto, T. (2020). Pemanfaatan Sosial Media Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh Atasi Penyebaran Virus Covid-19. -: -.<\/em><br \/>\n<em> Wibawanto, T, \u201cPemanfaatan Sosial Media Sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh Atasi Penyebaran Virus COVID-19\u201d Internet :www.lpmplampung.kemdikbud.go.id, 2020 [June 19, 2021].<\/em><br \/>\n<em> (https:\/\/penerbitdeepublish.com\/cara-menulis-daftar-pustaka-dari-website\/)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Raysha Amanda (2021) dan Wuri Relistiani (2021) (Mata Kuliah Perkembangan Media Pembelajaran) Media itu apa sih? Menurut Arsyad (2006), kata media berasal dari bahasa latin medius yang berarti tengah, perantara atau pengantar. Media pembelajaran adalah alat bantu pembelajaran yang dapat membantu membuat pembelajaran lebih efektif dan menarik. Harmer juga mengatakan bahwa objek seperti gambar dan yang lainnya dapat digunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1665","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1665","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1665"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1665\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1694,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1665\/revisions\/1694"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1665"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1665"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1665"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}