{"id":1697,"date":"2022-10-13T15:44:43","date_gmt":"2022-10-13T15:44:43","guid":{"rendered":"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/?p=1697"},"modified":"2022-11-12T01:48:54","modified_gmt":"2022-11-12T01:48:54","slug":"kelas-pagi-mengenal-psikologi-positif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/kelas-pagi-mengenal-psikologi-positif\/","title":{"rendered":"[Kelas Pagi] MENGENAL PSIKOLOGI POSITIF"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Oleh:<br \/>\nANENDA BAGUS S. GANESHA (2022)<br \/>\nLUTHFI HIDAYAT (2022)<br \/>\n(Psikologi Positif dalam Pendidikan)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Definisi Psikologi Positif<\/em><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Psikologi Positif merupakan ilmu yang menggunakan teori-teori psikologis, penelitian, dan teknik intervensi untuk memahami sisi positif, adaptif, kreatif, dan elemen-elemen yang bermakna secara emosional pada perilaku manusia (Compton, 2005, <em> 3<\/em>).<\/li>\n<li>Taufik (2012:83) menambahkan bahwa psikologi positif adalah studi tentang emosi-emosi positif untuk meningkatkan kualitas hidup manusia.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Sejarah Lahirnya Psikologi Positif (Compton, 2005, hlm. 3)<\/em><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Berkembang setelah terjadinya PD II.<\/li>\n<li>Mengutamakan pada penyakit mental korban perang \u00e0 menolong para korban untuk memperoleh kembali kesejahteraan diri \u00e0 membantu agar hidupnya lebih bermakna dan mengarah ke hal yang lebih positif.<\/li>\n<li>Seligman (1998) Terpilih jadi Presiden APA mendeklarasikan <em>Positive Psychology\u00a0<\/em>memperluas area psikologi positif pendidikan, kesehatan, neurosains<\/li>\n<li>Harapan membuat dunia lebih bahagia.<\/li>\n<li><em>Psikologi positif\u00a0<\/em><em>berakar dari aliran humanistic.<\/em><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Misi Awal Psikologi <\/em><\/strong>(Compton, 2005, <em>hlm. 4<\/em>).<br \/>\nTerdapat tiga misi awal munculnya psikologi yaitu untuk menyembuhkan penyakit mental, untuk menemukan dan memelihara bakat dan kejeniusan serta potensi individu, dan untuk membuat kehidupan normal yang bermakna<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Menyembuhkan Penyakit Mental<\/em><\/li>\n<li><em>Menemukan dan Memelihara Bakat dan Kejeniusan serta Potensi Individu<\/em><\/li>\n<li><em>Untuk Membuat Kehidupan Normal yang Bermakna<\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Ruang Lingkup dari Psikologi Positif <\/em><\/strong>(Compton, 2005, <em>hlm. 4<\/em>).<br \/>\nDimensi psikologi positif cukup luas. Namun, beberapa dimensi telah digunakan untuk mendefinisikan area baru secara umum sebagai berikut:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li><em>Positives subjective states <\/em><\/li>\n<li><em>Positives Individual Traits <\/em><\/li>\n<li><em>Positive Institution <\/em><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Pentingnya Psikologi Positif<\/em><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Sebelum perang dunia ada tiga misi psikologi yaitu untuk menyembuhkan penyakit mental, untuk menemukan dan memelihara bakat dan kejeniusan serta potensi individu, dan untuk membuat kehidupan normal yang bermakna.<\/li>\n<li>Pada mulanya psikologi lebih identik dengan menggali permasalahan mental manusia dan memperbaikinya (Goei, 2020).<\/li>\n<li>Psikologi positif menjadi penting karena membantu mengarahkan individu ke arah positif dari lingkungannya maupun dari dalam individu itu sendiri karena dengan berpikir positif dan memiliki emosi positif, manusia dapat terhindar dari emosi negatif yang berdampak buruk bagi fisik dan psikologis individu (Hartanti, 2017, hlm. 25).<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><em>Aplikasi Psikologi Positif dalam Pendidikan (Aulia, 2015, hlm. 123)<\/em><\/strong><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li><strong>Optimisme Akademik:<\/strong><\/li>\n<li>Mengembangkan konstrak optimisme akademik yang didalamnya meliputi efikasi kolektif guru dan staff sekolah, kepercayaan pada siswa dan orangtua dan penekanan pada iklim akademik.<\/li>\n<li>Asumsinya bahwa optimisme adalah sesuatu yang dapat dipelajari dan ditularkan, sehingga ketika guru dan sistem di sekolah dibangun dengan optimisme akan mempengaruhi siswa dalam proses pembelajaran.<\/li>\n<li><strong>Menggali Kekuatan Karakter Siswa <\/strong><\/li>\n<li>Mengembangkan konstrak optimisme akademik yang didalamnya meliputi efikasi kolektif guru dan staff sekolah, kepercayaan pada siswa dan orangtua dan penekanan pada iklim akademik.<\/li>\n<li>Asumsinya bahwa optimisme adalah sesuatu yang dapat dipelajari dan ditularkan, sehingga ketika guru dan sistem di sekolah dibangun dengan optimisme akan mempengaruhi siswa dalam proses pembelajaran.<\/li>\n<li><strong>Menumbuhkan Keterikatan Siswa dan Lingkungan Belajar yang Optimal<\/strong><\/li>\n<li>Mengembangkan konstrak optimisme akademik yang didalamnya meliputi efikasi kolektif guru dan staff sekolah, kepercayaan pada siswa dan orangtua dan penekanan pada iklim akademik.<\/li>\n<li>Asumsinya bahwa optimisme adalah sesuatu yang dapat dipelajari dan ditularkan, sehingga ketika guru dan sistem di sekolah dibangun dengan optimisme akan mempengaruhi siswa dalam proses pembelajaran.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Perkembangan Psikologi Positif Masa Kini <\/strong>(Compton, 2005, <em>hlm. 20<\/em>).<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mempengaruhi intervensi yang membantu orang meningkatkan kekuatan mereka dan mengembangkan potensi mereka untuk kebahagiaan dan kepuasan<\/li>\n<li>Manfaat potensial mempraktikkan psikologi positif \u00e0 peningkatan harga diri, hubungan yang lebih baik, dan pandangan hidup yang lebih baik.<\/li>\n<li>Rasa syukur, hubungan sosial, dan kebaikan semuanya penting untuk menjalani kehidupan terbaik<\/li>\n<li>Peningkatan pandangan positif ini pada akhirnya dapat mengarah pada rasa kebahagiaan, kepuasan, dan harga diri yang lebih besar.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber:<br \/>\n<em>Aulia, Farah. (2015). Aplikasi Psikologi Positif dalam Konteks Sekolah. Seminar Psikologi &amp; Kemanusiaan, <span style=\"text-decoration: line-through;\">2015<\/span> Psychology Forum UMM, ISBN: 978-979-796-324-8 Diakses dari https:\/\/mpsi.umm.ac.id\/files\/file\/120-124%20Farah%20Aulia.pdf<\/em><br \/>\n<em>Aulia, F. (2015). &#8220;Aplikasi Psikologi Positif dalam Konteks Sekolah&#8221;. Seminar Psikologi &amp; Kemanusiaan Universitas Muhammadiyah Malang (hlm. &#8230;-&#8230;). Malang: Psychology Forum UMM.<\/em><br \/>\n<em>Compton, William C. (2005). An Introduction to Positive Psychology. Belmont, California: Thompson Wadsworth<\/em><br \/>\nCompton, W. C. (2005). <em>An Introduction to Positive Psychology<\/em>. USA: Thompson Wadsworth<br \/>\nGoei, Garvin. (2020, <span style=\"text-decoration: line-through;\">17 November<\/span>). <em>Berkenalan dengan Psikologi Positif, Ilmu tentang Kebahagiaan.<\/em> <em>Diakses dari\u00a0 <a href=\"https:\/\/garvingoei.net\/berkenalan-dengan-psikologi-positif-ilmu-tentang-kebahagiaan\/\">https:\/\/garvingoei.net\/berkenalan-dengan-psikologi-positif-ilmu-tentang-kebahagiaan\/<br \/>\n<\/a>Goei, G. (2020). Berkenalan dengan Psikologi Positif, Ilmu tentang Kebahagiaan. [Online]. Diakses dari Diakses dari\u00a0 <a href=\"https:\/\/garvingoei.net\/berkenalan-dengan-psikologi-positif-ilmu-tentang-kebahagiaan\/\">https:\/\/garvingoei.net\/berkenalan-dengan-psikologi-positif-ilmu-tentang-kebahagiaan\/<br \/>\n<\/a>Hartanti. (2017). Penerapan Psikologi Positif pada Masyarakat Urban. Proceedings Book Seminar Nasional <span style=\"text-decoration: line-through;\">30 September2017. <\/span>LPPM Universitas Surabaya, Surabaya, pp. 17-36. ISBN 978-602-73416-9-Diakses dari <a href=\"http:\/\/repository.ubaya.ac.id\/37465\/\">http:\/\/repository.ubaya.ac.id\/37465\/<br \/>\n<\/a>Hartanti. (2017). &#8220;Penerapan Psikologi Positif pada Masyarakat Urban&#8221;. Proceedings Book Seminar Nasional Universitas Surabaya (hlm. 17-36). Surabaya: LPPM Universitas Surabaya.<\/em><br \/>\n<em>Taufik. (2012). Positive Psychology: Psikologi Cara Meraih Kebahagiaan. Prosiding Seminar Nasional Psikologi Islami, Hal 83-89, Surakarta, <span style=\"text-decoration: line-through;\">21 April 2012<br \/>\n<\/span>Taufik. (2012). &#8220;Positive Psychology: Psikologi Cara Meraih Kebahagiaan.&#8221; Prosiding Seminar Nasional Psikologi Islami (hlm. 83-89). Surakarta: &#8230;..<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: ANENDA BAGUS S. GANESHA (2022) LUTHFI HIDAYAT (2022) (Psikologi Positif dalam Pendidikan) Definisi Psikologi Positif Psikologi Positif merupakan ilmu yang menggunakan teori-teori psikologis, penelitian, dan teknik intervensi untuk memahami sisi positif, adaptif, kreatif, dan elemen-elemen yang bermakna secara emosional pada perilaku manusia (Compton, 2005, 3). Taufik (2012:83) menambahkan bahwa psikologi positif adalah studi tentang emosi-emosi positif untuk meningkatkan kualitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1697","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1697","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1697"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1697\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1698,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1697\/revisions\/1698"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1697"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1697"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1697"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}