{"id":1735,"date":"2022-07-08T08:00:06","date_gmt":"2022-07-08T08:00:06","guid":{"rendered":"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/?p=1735"},"modified":"2022-12-05T02:52:06","modified_gmt":"2022-12-05T02:52:06","slug":"kelas-pagi-memori-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/kelas-pagi-memori-2\/","title":{"rendered":"[KELAS PAGI] MEMORI"},"content":{"rendered":"<p>Oleh:<\/p>\n<p>Imtiyaz Fawa&#8217;ida (2020)<br \/>\nAnti Wulan (2021)<\/p>\n<p>Tahukah kamu?<\/p>\n<p>Kapasitas memori otak manusia itu setara dengan 1 juta GB lho!<\/p>\n<p>wah..jadi penasaran sama kapasitas memori otak manusia.<br \/>\nYuk kita mengenal lebih jauh tentang kapasitas memori otak manusia.<\/p>\n<p>Menurut Terry Sejnowski, Profesor dan Salk Institute for Biological Studies &#8211; California, memori otak manusia kurang lebih sebanyak satu petabyte (PB) setara dengan:<\/p>\n<p>1 Petabyte (PB) = 1.000 terabyte (TB)<br \/>\n1 Petabyte (PB) = 1.000.000 gigabyte (GB)<br \/>\n746 juta floppy disk berkapasitas 1,44 MB<br \/>\n223.000 buah DVD berkapasitas 4,7 GB<br \/>\n10.000.000 file photo berkapasotas 100 KB<br \/>\nUkuran lagu berdurasi 2.000 tahun<\/p>\n<p>Jadi, apa sih memori itu?<\/p>\n<p>Memori adalah cara kita mempertahankan dan memanfaatkan pengalaman masa lalu kita untuk menggunakan informasi itu di masa sekarang (Tulving &amp; Craik, 2000). Sebagai sebuah proses memori mengacu pada mekanisme dinamis yang terkait dengan penyimpanan dan pengambilan informasi tentang pengalaman masa lalu.<\/p>\n<p>Atkinson dan Shiffrin (dalam Sternberg &amp; Sternberg, 2012) membagi memori dalam tiga penyimpanan memori:<\/p>\n<p><strong>Memori sensorik<\/strong>, yang mampu menyimpan informasi dalam jumlah yang relatif terbatas untuk periode yang sangat singkat;<br \/>\n<strong>Memori jangka pendek<\/strong>, mampu menyimpan informasi untuk waktu yang agak lama tetapi dengan kapasitas yang juga relatif terbatas.<br \/>\n<strong>Memori jangka panjang<\/strong>, dengan kapasitas yang sangat besar, mampu menyimpan informasi untuk waktu yang sangat lama, bahkan mungkin tanpa terbatas.<\/p>\n<p><strong>Memori Sensorik<\/strong><br \/>\n&#8211; Memori sensorik adalah tempat penyimpanan awal dari banyak informasi yang akhirnya memasuki memori jangka pendek dan memori jangka panjang.<br \/>\n&#8211; Memori sensorik mencatat informasi yang masuk melalui salah satu atau kombinasi dari panca indra.<br \/>\n&#8211; Informasi atau stimuli yang tidak diperhatikan akan langsung terlupakan, namun jika diperhatikan, maka informasi tersebut ditransfer ke sistem memori jangka pendek.<br \/>\n&#8211; Setelah berada di sistem memori jangka pendek, informasi tersebut dapat ditransfer lagi dengan proses pengulangan ke sistem memori jangka panjang untuk disimpan.<\/p>\n<p><strong>Memori Jangka Pendek<\/strong><\/p>\n<p>Memori jangka pendek (<em>short term memory<\/em>) merupakan suatu sistem penyimpanan informasi aktif yang memiliki kemampuan untuk menampung informasi secara sementara ketika seseorang sedang melakukan tugas-tugas kognitif.<br \/>\nKeterbatasan kapasitas memori jangka pendek mengakibatkan informasi hanya bertahan sementara sehingga diperlukan metode tertentu untuk dapar mempertahankan informasi lebih lama.<\/p>\n<p><strong>Memori Jangka Panjang<\/strong><\/p>\n<p>Memori jangka panjang (<em>long term memory<\/em>) merupakan proses penyimpanan informasi yang relatif permanen. Memori jangka panjang juga disebut memori yang tidak memiliki keterbatasan kapasitas dan bertahan dari beberapa menit hingga sepanjang hidup (Rahmawati, 2020).<br \/>\nSecara umum memori jangka panjang dapat dibayangkan sebagai tempat menyimpanan semua informasi yang saat ini belum perlu digunakan namun potensial untuk dapat diperoleh kembali bila diperlukan.<\/p>\n<p><strong>Sumber:<\/strong><\/p>\n<p>Rahmawati. (2020). <em>Model&#8217;s Of Memory. Jurnal Ilmiah Al-Fikrah<\/em>, 1(2), 255-266.<\/p>\n<p>Rismawati, K., Haryono, H., &amp; Mulyani, S. (2016). Studi Komparasi Penggunaan Media Tts Dan Peta Konsep Melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (Ctl) Ditinjau Dari Kemampuan Memori Terhadap Prestasi Belajar Siswa.<em> Jurnal Pendidikan Kimia<\/em>, 5(1), 115-124.<\/p>\n<p>Sternberg, J.R. &amp; Sternberg K. (2015). <em>Cognitive psychology 7th Edition<\/em>. USA: Wadsworth<\/p>\n<p>Sternberg, J.R. &amp; Sternberg K. (2012). <em>Cognitive psychology 6th Edition<\/em>. USA: Wadsworth<\/p>\n<p>Ling, J &amp; Catling, J. (2012). <em>Psychology Express: Cognitive Psychology<\/em>. Harlow: Pearson Prentice Hall<\/p>\n<p>Tulving, E., &amp; Craik, F. (2000). <em>Concepts of Memory<\/em>. New York: Oxford University Press, Inc.<\/p>\n<p>Bartol Jr, dkk (2015). <em>Nanoconnectomic Upper Bound On The Variability Of Synaptic Plasticity<\/em>. Elife 4 (2015): e 10778<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Imtiyaz Fawa&#8217;ida (2020) Anti Wulan (2021) Tahukah kamu? Kapasitas memori otak manusia itu setara dengan 1 juta GB lho! wah..jadi penasaran sama kapasitas memori otak manusia. Yuk kita mengenal lebih jauh tentang kapasitas memori otak manusia. Menurut Terry Sejnowski, Profesor dan Salk Institute for Biological Studies &#8211; California, memori otak manusia kurang lebih sebanyak satu petabyte (PB) setara dengan: [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1735","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1735"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1735\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1738,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1735\/revisions\/1738"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}