{"id":1811,"date":"2022-12-03T08:58:30","date_gmt":"2022-12-03T08:58:30","guid":{"rendered":"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/?p=1811"},"modified":"2023-10-30T10:09:30","modified_gmt":"2023-10-30T10:09:30","slug":"gempa-garut-3-desember-2022-dampak-penyebab-kondisi-kini","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/gempa-garut-3-desember-2022-dampak-penyebab-kondisi-kini\/","title":{"rendered":"Gempa Garut 3 Desember 2022 : Dampak, Penyebab, Kondisi kini"},"content":{"rendered":"<p>Gempa Garut terjadi pada 3 Desember 2022 sekitar pukul 16.49 WIB. Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 6,4 berpusat di Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), terasa kuat di sejumlah wilayah, termasuk di Jakarta hingga Yogyakarta.<br \/>\nDilansir situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seperti dilihat detikcom Minggu (4\/12\/2022), gempa bumi terjadi pada Sabtu (3\/12) pukul 16.49 WIB dengan magnitudo 6,4 berpusat di Kabupaten Garut. Pusat gempa berada di kedalaman 118 Km, 52 Km barat daya Garut.<\/p>\n<p>Dampak Gempa Garut 3 Desember 2022<br \/>\nDampak dari gempa Garut 3 Desember 2022 yakni guncangan terasa kuat di sejumlah wilayah. Adapun daftar wilayah yang terdampak guncangan gempa yang berpusat di Garut tersebut beserta skala MMI-nya, seperti dilansir BMKG, adalah sebagai berikut:<br \/>\nIV Garut<br \/>\nIII Ciamis<br \/>\nIII Kalapanunggal<br \/>\nIII Sumur<br \/>\nIII Tasikmalaya<br \/>\nII &#8211; III Pamoyanan<br \/>\nII &#8211; III Panimbang<br \/>\nIII Soreang<br \/>\nIII Kopo<br \/>\nII &#8211; III Sumedang<br \/>\nII &#8211; III Lembang<br \/>\nII &#8211; III Cikeusik<br \/>\nII &#8211; III Labuan<br \/>\nII &#8211; III Purworejo<br \/>\nII &#8211; III Bantul<br \/>\nII &#8211; III Kulon Progo<br \/>\nII &#8211; III Kebumen<br \/>\nII Cikembar<br \/>\nII Pelabuhan Ratu<br \/>\nII Cugenang<br \/>\nII Bandung<br \/>\nII Bogor<br \/>\nII Cilacap<br \/>\nII Sawarna<br \/>\nII Cireunghas<br \/>\nII Bojong<br \/>\nII Yogyakarta<br \/>\nII Wonosobo<br \/>\nII Karangkates<br \/>\nII Trenggalek<br \/>\nSekadar diketahui, Skala IV MMI artinya getaran gempa terjadi di siang hari, dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela\/pintu berderik dan dinding berbunyi. Skala III MMI artinya getaran terasa nyata di dalam rumah dan terjadi seakan-akan ada truk berlalu. Sementara, skala II MMI adalah getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.<\/p>\n<p><strong>Penyebab Gempa Garut 3 Desember 2022<\/strong><br \/>\nTerkait peristiwa gempa bumi di Garut, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengungkapkan, penyebab gempa Garut 3 Desember 2022 adalah akibat adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Australia (intraslab).<\/p>\n<p>&#8220;Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas dalam lempeng Indo-Australia ( intraslab ). Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser ( strike-slip ),&#8221; kata Daryono, dalam keterangan tertulis, Sabtu (3\/12).<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Daryono menyebutkan bahwa gempa bumi di Garut tidak ada kaitannya dengan gempa Cianjur. Hal ini karena memiliki sumber gempa yang berbeda.<\/p>\n<p><strong>Kerusakan Gempa Garut 3 Desember 2022<\/strong><br \/>\nBerdasarkan data kerusakan akibat gempa Garut 3 Desember 2022 yang dihimpun oleh Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, ada empat unit rumah dan satu unit sekolah yang mengalami kerusakan. Ada satu warga Desa Putrajawa, Kecamatan Selaawi, mengalami luka-luka dan sudah dibawa ke Puskesmas terdekat.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk sementara yang diterima adalah empat unit rumah rusak di Kabupaten Garut, dan satu unit sekolah, SDN Jatiwanti 1 juga rusak. Ada satu korban jiwa mengalami luka-luka dan sudah dibawa ke puskesmas setempat,&#8221; kata Suharyanto.<\/p>\n<p>Dia mengatakan tim BNPB segera dikirim ke Garut untuk membantu pendampingan daerah dan kaji cepat kebutuhan lain yang diperlukan. Perkembangan informasi darurat terkait gempa Garut akan disampaikan secara berkala.<\/p>\n<p>&#8220;Tentunya saya dengan seluruh tim dan BPBD ini segera akan mengumpulkan informasi dan dan keterangan lebih lanjut. dan setiap perkembangan informasi yang diperoleh akan diinformasikan kepada masyarakat,&#8221; kata Suharyanto.<\/p>\n<p>Sumber :<br \/>\nBaca artikel detiknews, &#8220;Gempa Garut 3 Desember 2022: Dampak, Penyebab, Kondisi Kini&#8221; selengkapnya&nbsp;<a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-6441746\/gempa-garut-3-desember-2022-dampak-penyebab-kondisi-kini\">https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-6441746\/gempa-garut-3-desember-2022-dampak-penyebab-kondisi-kini<\/a>.<\/p>\n<p>Download Apps Detikcom Sekarang https:\/\/apps.detik.com\/detik\/<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gempa Garut terjadi pada 3 Desember 2022 sekitar pukul 16.49 WIB. Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo (M) 6,4 berpusat di Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), terasa kuat di sejumlah wilayah, termasuk di Jakarta hingga Yogyakarta. Dilansir situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seperti dilihat detikcom Minggu (4\/12\/2022), gempa bumi terjadi pada Sabtu (3\/12) pukul 16.49 WIB dengan magnitudo [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[57],"tags":[],"class_list":["post-1811","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1811","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1811"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1811\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4043,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1811\/revisions\/4043"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1811"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1811"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1811"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}