{"id":1820,"date":"2022-12-02T09:22:46","date_gmt":"2022-12-02T09:22:46","guid":{"rendered":"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/?p=1820"},"modified":"2022-12-05T09:36:38","modified_gmt":"2022-12-05T09:36:38","slug":"kekuatan-dan-kebajikan-strength-virtue","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/kekuatan-dan-kebajikan-strength-virtue\/","title":{"rendered":"KEKUATAN DAN KEBAJIKAN [STRENGTH &#038; VIRTUE]"},"content":{"rendered":"<p>KEKUATAN DAN KEBAJIKAN (STRENGTH &amp; VIRTUE).<\/p>\n<p>Kekuatan adalah ketahanan seseorang ketika mendapatkan beban berat bukan hanya secara jasmani tetapi juga secara bathiniah maupun kejiwaan, kekuatan dapat terjadi bilamana ada dorongan besar dari luar ataupun dari dalam pribadi yang membuat seseorang tersebut membentuk tembok pertahanan sehingga ia akan dapat menghadapinya.<\/p>\n<p>Adapun kebajikan yang diungkap dalam Psikologi Positif Peterson &amp; Seligman terdiri atas enam hal, yang didalamnya memiliki 24 kekuatan karakter individu yang bersifat universal. Enam kebajikan tersebut adalah wisdom &amp; knowledge, courage, humanity, justice, temperance, dan transcendence. Kemudian secara unik pada setiap individu akan membentuk kekuatan khas (Signature Strength). (Suzzana, 2015).<a href=\"#_ftn1\" name=\"_ftnref1\">[1]<\/a><\/p>\n<p><strong>Mengapa Kekuatan dan Kebajikan Penting?<\/strong><\/p>\n<p>Setiap Individu membutuhkan identifikasi terhadap kekuatan (Strength) dan kebajikan (Virtue) yang dimiliki dan digunakan diberbagai aspek kehidupan untuk dapat menghayati kebahagian. Kekuatan (Strength) dan Kebajikan (Virtue) merupakam karakter positif yang mampu menghasilkan perasaan positif dan gratifikasi. Kemauan dan usaha yang dilakukan individu dalam melakukan suatu kebajikan akan mendatangkan inspirasi dan perasaan yang melambungkan.<\/p>\n<p><strong>Kebajikan (Virtue)<\/strong><\/p>\n<p>Kebajikan adalah karakteristik inti yang ditelusuri dan dihargai oleh filsuf Moral dan Pemikir Agama. Berdasarkan catatan sejarah, keenam kebajikan ini sudah ada dan dipelajari sejak\u00a0dulu. Kebajikan bersifat universal dan ada di dalam setiap budaya, akan tetapi setiap budaya akan memaknai kebajikan yang ada dengan cara pandang yang berbeda.\u00a0(Stevani,Widyatmoko, 2017).<\/p>\n<p>Wisdom (kebajikan), Courage ( keberanian), Humanity (kemanusian), Justice ( Keadilan), Temperance (kesederhanaan), dan Transcendence repository.unisba.ac.id 15 (transedensi). Keenam Kebajikan (Virtue) ini bersifat universal yang terus berkembang secara biologis dalam evolusi.\u00a0(darajat, 1986)<\/p>\n<p><strong>Kekuatan Karater (Chacarter Strength)<\/strong><\/p>\n<p>Kekuatan Karater (Chacarter Strength) adalah bagian dari psikis yang berisi proses atau mekanisme psikologi yang mendefinisikan kebajikan (Virtue) atau dengan kata lain yang membentuk jalan dalam menampilkan kebajikan (Virtue). Kekuatan karakter (Character Strength) berbentuk Trait Positif yang terdapat dalam diri individu.<a href=\"#_ftn1\" name=\"_ftnref1\">[1]<\/a>\u00a0(A.Nggili, 2015).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penulis : Tina Janeti &amp; Vitriza Naila Fathia<br \/>\nSumber :<\/p>\n<p><a href=\"#_ftnref1\" name=\"_ftn1\">[1]<\/a> (A.Nggili, 2015)<\/p>\n<p><a href=\"#_ftn1\" name=\"_ftnref1\">[1]<\/a>\u00a0(Suzzana, 2015)<\/p>\n<p><a href=\"#_ftnref1\" name=\"_ftn1\">[1]<\/a> (Suzzana, 2015)<em>Ibid<\/em><\/p>\n<p><a href=\"#_ftnref1\" name=\"_ftn1\">[1]<\/a> (Suzzana, 2015)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KEKUATAN DAN KEBAJIKAN (STRENGTH &amp; VIRTUE). Kekuatan adalah ketahanan seseorang ketika mendapatkan beban berat bukan hanya secara jasmani tetapi juga secara bathiniah maupun kejiwaan, kekuatan dapat terjadi bilamana ada dorongan besar dari luar ataupun dari dalam pribadi yang membuat seseorang tersebut membentuk tembok pertahanan sehingga ia akan dapat menghadapinya. Adapun kebajikan yang diungkap dalam Psikologi Positif Peterson &amp; Seligman terdiri [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1820","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1820"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1821,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1820\/revisions\/1821"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}