{"id":1843,"date":"2022-12-08T05:51:44","date_gmt":"2022-12-08T05:51:44","guid":{"rendered":"http:\/\/psikopend.sps.upi.edu\/?p=1843"},"modified":"2022-12-23T03:23:52","modified_gmt":"2022-12-23T03:23:52","slug":"kekuatan-dan-kebajikan-strength-virtue-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/kekuatan-dan-kebajikan-strength-virtue-2\/","title":{"rendered":"[Kelas Pagi] KEKUATAN DAN KEBAJIKAN (STRENGTH &#038; VIRTUE)"},"content":{"rendered":"<p><strong>KEKUATAN DAN KEBAJIKAN (STRENGTH &amp; VIRTUE)<\/strong><\/p>\n<p>Tina Janeti_2208345 &amp; Vitriza Naila Fathia_2208726<\/p>\n<p>Psikologi Positif<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>KEKUATAN DAN KEBAJIKAN<\/p>\n<p>Kekuatan adalah ketahanan seseorang ketika mendapatkan beban berat bukan hanya secara jasmani tetapi juga secara bathiniah maupun kejiwaan, kekuatan dapat terjadi bilamana ada dorongan besar dari luar ataupun dari dalam pribadi yang membuat seseorang tersebut membentuk tembok pertahanan sehingga ia akan dapat menghadapinya.\u00a0(Suzzana, 2015)<\/p>\n<p>Adapun kebajikan yang diungkap dalam Psikologi Positif Peterson &amp; Seligman terdiri atas enam hal, yang didalamnya memiliki 24 kekuatan karakter individu yang bersifat universal. Enam kebajikan tersebut adalah <em>wisdom &amp; knowledge, courage, humanity, justice, temperance<\/em>, dan <em>transcendence<\/em><em>\u00a0<\/em>. Kemudian secara unik pada setiap individu akan membentuk kekuatan khas (<em>s<\/em><em>ignature <\/em><em>\u00a0<\/em>). (Suzzana, 2015).<a href=\"#_ftn1\" name=\"_ftnref1\">[1]<\/a><\/p>\n<p><strong>Mengapa Kekuatan dan Kebajikan Penting?<\/strong><\/p>\n<p>Setiap Individu membutuhkan identifikasi terhadap kekuatan (<em>s<\/em><em>trength<\/em><em>\u00a0<\/em><em>)<\/em> dan kebajikan (<em>v<\/em><em>irtue<\/em><em>\u00a0<\/em>) yang dimiliki dan digunakan diberbagai aspek kehidupan untuk dapat menghayati kebahagian. Kekuatan (<em>S<\/em><em>trength<\/em><em>\u00a0<\/em>) dan kebajikan (<em>v<\/em><em>irtue<\/em><em>\u00a0<\/em>) merupakam karakter positif yang mampu menghasilkan perasaan positif dan gratifikasi. Kemauan dan usaha yang dilakukan individu dalam melakukan suatu kebajikan akan mendatangkan inspirasi dan perasaan yang melambungkan.<a href=\"#_ftn2\" name=\"_ftnref2\">[2]<\/a>\u00a0(Suzzana, 2015)<\/p>\n<p><strong>Kebajikan (<em>Virtue<\/em><\/strong><em>\u00a0<\/em><strong>)<\/strong><\/p>\n<p>Kebajikan adalah karakteristik inti yang ditelusuri dan dihargai oleh filsuf moral dan \u00a0. Berdasarkan catatan sejarah, keenam kebajikan ini sudah ada dan dipelajari sejak dulu. Kebajikan bersifat universal dan ada di dalam setiap budaya, akan tetapi setiap budaya akan memaknai kebajikan yang ada dengan cara pandang yang berbeda.\u00a0(Stevani dan Widyatmoko, 2017)<\/p>\n<p>Kebajikan (<em>w<\/em><em>isdom<\/em><em>\u00a0<\/em>), keberanian (<em>c<\/em><em>ourage<\/em><em>\u00a0<\/em>), kemanusian (<em>h<\/em><em>umanity<\/em>)\u00a0, Keadilan (<em>j<\/em><em>ustice<\/em>)<em>\u00a0<\/em>, kesederhanaan (<em>t<\/em><em>emperance<\/em><em>\u00a0<\/em> ), dan transedensi (<em>t<\/em><em>ranscendence<\/em><em>\u00a0<\/em>). Keenam Kebajikan (<em>Virtue<\/em>) ini bersifat universal yang terus berkembang secara biologis dalam evolusi.\u00a0(darajat, 1986)<\/p>\n<p><strong>Kekuatan Karater (<em>Chacarter<\/em><\/strong><em>\u00a0<\/em><strong><em> Strength<\/em><\/strong><strong>)<\/strong><\/p>\n<p>Kekuatan Kara\u00a0 (<em>Chacarter Strength<\/em>)\u00a0 adalah bagian dari psikis yang berisi proses atau mekanisme psikologi yang mendefinisikan kebajikan (<em>v<\/em><em>irtue<\/em>\u00a0) atau dengan kata lain yang membentuk jalan dalam menampilkan kebajikan (<em>v<\/em><em>irtue<\/em><em>\u00a0<\/em>). Kekuatan karakter (<em>c<\/em><em>haracter <\/em><em>\u00a0<\/em>) berbentuk <em>positive trait <\/em>yang terdapat dalam diri individu.<a href=\"#_ftn3\" name=\"_ftnref3\">[3]<\/a>\u00a0(A.Nggili, 2015)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>DAFTAR PUSTAKA<\/p>\n<p>A.Nggili, R. (2015). <em>Personal <\/em><em>Victory.<\/em> Salatiga: Academia Edu.<\/p>\n<p>Darajat, Z. (1986). <em>Kesehatan Mental.<\/em> Gunung Agung: Gunung Agung.<\/p>\n<p>Stevani dan Widyatmoko. (2017). Kepribadian dan Komunikasi Susi Pudjiastuti Dalam Membentuk Personal Branding\u201d. <em>Jurnal Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi<\/em>, 9(1) : 65 &#8211; 73.<\/p>\n<p>Suzzana, Meutia (2015). <em>Studi Deskriptif Mengenai Character Strength Pada Guru Di Sekolah Menengah Pertama Terbuka Cibeunying Kidul Kota Bandung.<\/em> Bandung: Repository UNISBA.<\/p>\n<h1><\/h1>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KEKUATAN DAN KEBAJIKAN (STRENGTH &amp; VIRTUE) Tina Janeti_2208345 &amp; Vitriza Naila Fathia_2208726 Psikologi Positif \u00a0 KEKUATAN DAN KEBAJIKAN Kekuatan adalah ketahanan seseorang ketika mendapatkan beban berat bukan hanya secara jasmani tetapi juga secara bathiniah maupun kejiwaan, kekuatan dapat terjadi bilamana ada dorongan besar dari luar ataupun dari dalam pribadi yang membuat seseorang tersebut membentuk tembok pertahanan sehingga ia akan dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1843","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1843"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1843\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1869,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1843\/revisions\/1869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}