{"id":1958,"date":"2023-04-07T08:00:00","date_gmt":"2023-04-07T08:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/?p=1958"},"modified":"2023-11-13T01:12:47","modified_gmt":"2023-11-13T01:12:47","slug":"kelas-pagi-cognitive-neuroscience","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/kelas-pagi-cognitive-neuroscience\/","title":{"rendered":"[Kelas Pagi] Cognitive Neuroscience"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh :<br>Raysha Amanda&nbsp;<br>Wuri Relistiani<\/p>\n\n\n\n<p>(Psikologi Kognitif dalam Pendidikan)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa itu <em>Cognitive Neuroscience<\/em>?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Cognitive Neuroscience<\/em> adalah disiplin ilmu yang menghubungkan otak dan aspek lain dari sistem saraf dengan pemrosesan kognitif dan pada akhirnya dengan perilaku. Otak adalah organ dalam tubuh kita yang langsung mengontrol pikiran, emosi, dan motivasi individu.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tiga Bagian pada Otak Manusia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><em>Hindbrain<\/em><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><em>Hindbrain<\/em> adalah bagian otak yang berkembang pertama kali pada masa prenatal. Terdiri dari <em>Medulla Oblongata<\/em>, <em>Pons<\/em>, dan <em>Serebelum<\/em>. <em>Medulla oblongata<\/em> mengontrol aktivitas jantung, pernapasan, menelan, dan mencerna. <em>Pons<\/em> berfungsi menjembatani transmisi neuron dari satu bagian otak ke bagian lain, terlibat juga dengan saraf-saraf di wajah. <em>Serebelum<\/em> berfungsi mengontrol koordinasi tubuh, keseimbangan, dan penyesuaian otot.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\">\n<li><em>Midbrain<\/em><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><em>Midbrain<\/em> merupakan bagian otak yang berkembang pada masa prenatal. <em>Midbrain<\/em> membantu mengontrol gerakan mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran. Yang paling penting pada bagian otak ini adalah Reticular Activating System (RAS). RAS merupakan jaringan neuron yang esensial bagi pengaturan kesadaran (tidur, keterjagaan, bangun dari tidur, perhatian, dan fungsi vital lainnya seperti detak jantung dan pernapasan).<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\">\n<li><em>Forebrain<\/em><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><em>Forebrain<\/em> merupakan bagian otak yang berkembang terakhir pada saat masa prenatal. <em>Forebrain<\/em> merupakan pusat proses berpikir, pemrosesan informasi inderawi, mengingat, menganalisis, bahasa, emosi, dan motivasi. Juga menentukan kecerdasan intelektual seseorang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><br>Sternberg, R. J., &amp; Sternberg, K. (2012). <em>Cognitive Psychology (6th Edition).<\/em> Boston: Wadsworth Cengage Learning.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh :Raysha Amanda&nbsp;Wuri Relistiani (Psikologi Kognitif dalam Pendidikan) Apa itu Cognitive Neuroscience? Cognitive Neuroscience adalah disiplin ilmu yang menghubungkan otak dan aspek lain dari sistem saraf dengan pemrosesan kognitif dan pada akhirnya dengan perilaku. Otak adalah organ dalam tubuh kita yang langsung mengontrol pikiran, emosi, dan motivasi individu. Tiga Bagian pada Otak Manusia Hindbrain adalah bagian otak yang berkembang pertama [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1958","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1958"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1958\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4600,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1958\/revisions\/4600"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}