{"id":1971,"date":"2023-03-16T08:00:00","date_gmt":"2023-03-16T08:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/?p=1971"},"modified":"2023-06-03T17:36:57","modified_gmt":"2023-06-03T17:36:57","slug":"kelas-pagi-kebutuhan-manusia-menurut-erich-fromm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/kelas-pagi-kebutuhan-manusia-menurut-erich-fromm\/","title":{"rendered":"[Kelas Pagi] Kebutuhan Manusia menurut Erich Fromm"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Oleh :<\/strong><br>Indah Al Aziz (ganjil 2022)<br>Milan Daryanani (ganjil 2022)<\/p>\n\n\n\n<p>Mata Kuliah (Teori Kepribadian)<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>-Hakikat Manusia-<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Fromm melukiskan hakikat keberadaan manusia sebagai \u201ckesepian dan ketidak-berartian\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Manusia memiliki lima kebutuhan;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><em>Need for relatedness, rotedness, transcendence, identity, and frame of orientation<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>-Need for Relatedness-<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKebutuhan untuk bergabung dengan makhluk lainnya untuk menjadi bagian dari sesuatu\u201d<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Manusia sadar bahwa ikatan manusia dengan alam terputus; manusia merasa terisolasi sehingga harus mencari ikatan baru dengan orang dan kelompok lain.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemuasaan kebutuhan yang berhubungan dengan orang lain sangat penting untuk kebutuhan psikologis<\/li>\n\n\n\n<li>Ada kebutuhan yang berkaitan dengan \u201cketerhubungan\u201d; tunduk pada orang lain, mendominasi, dan cinta (memuaskan kebutuhan akan keamanan dan menimbulkan perasaan integritas dan individualisasi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>&#8211; Need for rootedness-<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKebutuhan untuk memperbaiki pecahan eksistensial antara sifat hewani dan non-hewani\u201d<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Manusia memiliki kebutuhan untuk menjadi milik dari sesuatu<\/li>\n\n\n\n<li>Cara yang ideal adalah dengan membangun suatu rasa persaudaraan dengan orang lain, cinta, perhatian, dan partisipasi dalam masyarakat<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>-Need for transcendence-<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKebutuhan untuk mengatasi sifat hewan seseorang, dari makhluk menjadi pencipta\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Kebutuhan ini bertujuan untuk mengatasi posisi manusia sebagai makhluk yang pasif; manusia punya kemampuan berpikir dan ingin memainkan peranan aktif di dunianya, serta mengembangkan kreatifitasnya<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><em>-Need for identity-<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKebutuhan untuk mengembangkan rasa individualitas\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Setiap manusia membutuhkan suatu perasaan identitas sebagai individu yang unik, suatu identitas yang menempatkannya terpisah dari orang lain<\/p>\n\n\n\n<p><em>-Need for a frame of orientation-<\/em><\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKebutuhan untuk memahami dunia\u201d<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Setiap manusia harus mengembangkan dunianya, merumuskan suatu gambaran konsisten tentang dunia<\/li>\n\n\n\n<li>Dasar yang ideal untuk kerangka orientasi adalah: pikiran; kemampuan melihat dunia (termasuk diri sendiri) secara objektif dan tepat; tidak terpengaruh lensa subjektif dari kebutuhan diri sendiri sehingga pandangan manusia terhadap dunianya mendekati kenyataan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>Sumber :&nbsp;<\/strong><\/h5>\n\n\n\n<p>Lindzey, C. S. (1985). <em>Introduction to Theories of Personality.<\/em> Singapore.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh :Indah Al Aziz (ganjil 2022)Milan Daryanani (ganjil 2022) Mata Kuliah (Teori Kepribadian) -Hakikat Manusia- Fromm melukiskan hakikat keberadaan manusia sebagai \u201ckesepian dan ketidak-berartian\u201d Manusia memiliki lima kebutuhan; Need for relatedness, rotedness, transcendence, identity, and frame of orientation -Need for Relatedness- \u201cKebutuhan untuk bergabung dengan makhluk lainnya untuk menjadi bagian dari sesuatu\u201d &#8211; Need for rootedness- \u201cKebutuhan untuk memperbaiki pecahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1971","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1971","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1971"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1971\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1972,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1971\/revisions\/1972"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1971"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1971"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1971"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}