{"id":1989,"date":"2023-04-30T09:00:00","date_gmt":"2023-04-30T09:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/?p=1989"},"modified":"2023-06-03T17:49:08","modified_gmt":"2023-06-03T17:49:08","slug":"kelas-pagi-kesetaraan-gender-dalam-pendidikan-gender-equality-in-education","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/kelas-pagi-kesetaraan-gender-dalam-pendidikan-gender-equality-in-education\/","title":{"rendered":"[Kelas Pagi] Kesetaraan Gender dalam Pendidikan (Gender Equality in Education)"},"content":{"rendered":"\n<p>Oleh :<br>Jihan Rista Devi (2023) <br>Elvia Devi (2022)<\/p>\n\n\n\n<p>(Gender dalam Pendidikan)<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu tuntuntan dunia pendidikan saat ini adalah masalah keadilan dan kesetaraan gender. Pendidikan yang sejatinya ranah belajar bagi laki-laki dan perempuan. Justru lebih digandrungi oleh laki-laki daripada perempuan. Kondisi ini bukan tanpa alasan, tetapi dilatarbelakangi oleh pandangan patriarki pada masyarakat (Saeful, 2019).<\/p>\n\n\n\n<p>Gender dalam pendidikan menjelaskan arti\/makna wancana gender dalam proses pembelajaran, dimana terjadi interaksi sosial gender dalam proses pembelajaran, dimana terjadi interaksi sosial antara guru dengan siswa (Hanum, 2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan data komnas perempuan di tahun 2022 terdapat 1.273 kasus diskriminasi gender dalam pendidikan (Komnas Perempuan, 2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Sosialisasi gender dalam proses pembelajaran, membahas terjadinya sosialisasi nilai-nilai gender didalam proses pembelajaran baik siswa maupun guru melalui internalisasi, objektivasi dan eksternalisasi nilai-nilai gender (Munasaroh, 2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Meningkatnya identitas peran gender siswa menyebabkan sikap dan perilaku siswa di dalam proses pembelajaran dalam \u201ctekanan\u201d pengaruh nilai-nilai gender, dan terjadilah diskriminasi gender dalam pendidikan (Hanum, 2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu faktor diskriminasi perempuan dalam sektor pendidikan adalah budaya feodal patriarki yang menyebabkan tingginya angka putus sekolah pada perepuan di Indonesia (Az-Zahro, 2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Para orang tua masih berpendapat bahwa tidak ada gunanya memberi akses pendidikan bagi anak perempuan hingga ke perguruan tinggi. Sebab, nantinya mereka akan menikah dan hanya perlu mengurus kebutuhan rumah dan anak (Az-Zahro, 2022).<\/p>\n\n\n\n<p>Ada beberapa faktor penyebab terjadinya diskriminasi pada perempuan dalam pendidikan: akses sekolah yang cukup sulit, kontrol orang tua yang kuat di mana keputusan dalam keluarga masih didominasi oleh laki-laki (Az-Zahro, 2022).<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>REFERENSI:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Az-Zahro, D. N. (2022). Diskriminasi Perempuan Dalam Bidang Pendidikan. Yoursay. <a href=\"https:\/\/yoursay.suara.com\/kolom\/2022\/01\/15\/090000\/diskriminasi-perempuan-dalam-bidang-pendidikan\">https:\/\/yoursay.suara.com\/kolom\/2022\/01\/15\/090000\/diskriminasi-perempuan-dalam-bidang-pendidikan<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hanum, N. N. (2022). Diskriminasi Gender Dalam Dunia Pendidikan. Kompasiana. <a href=\"https:\/\/www.kompasiana.com\/najwanisr00\/637d945608a8b55f6c364cb4\/diskriminasi-gender-dalam-dunia-pendidikan\">https:\/\/www.kompasiana.com\/najwanisr00\/637d945608a8b55f6c364cb4\/diskriminasi-gender-dalam-dunia-pendidikan<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Komnas Perempuan. (2022). Lembar Fakta dan Poin Kunci Catatan Tahunan Komnas Perempuan Tahun 2022. Jakarta: Komisi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. <a href=\"https:\/\/komnasperempuan.go.id\/siaran-pers-detail\/siaran-pers-komnas-perempuan-tentang-peringatan-kampanye-internasional-hari-16-anti-kekerasan-terhadap-perempuan-25-november-10-desember-2022#:~:text=Komnas%20Perempuan%20pada%20Januari%20s.d,899%20kasus%20di%20ranah%20personal\">https:\/\/komnasperempuan.go.id\/siaran-pers-detail\/siaran-pers-komnas-perempuan-tentang-peringatan-kampanye-internasional-hari-16-anti-kekerasan-terhadap-perempuan-25-november-10-desember-2022#:~:text=Komnas%20Perempuan%20pada%20Januari%20s.d,899%20kasus%20di%20ranah%20personal<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Munasaroh, A. (2022). Problematika Kekerasan Berbasis Gender Dan Pencapaian Gender Equality Dalam Sustainable Development Goals Di Indonesia. IJouGS: Jurnal Studi Gender Indonesia. Vol.3 No.1 DOI: <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.21154\/ijougs.v3i1.3524\">https:\/\/doi.org\/10.21154\/ijougs.v3i1.3524<\/a>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saeful, A. (2019). Kesetaraan Gender dalam Dunia Pendidikan. Tarbawi: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam. Vol.1 No.1 17-30. <a href=\"http:\/\/stai-binamadani.e-journal.id\/Tarbawi\/article\/view\/88\/66\">https:\/\/stai-binamadani.e-journal.id\/Tarbawi\/article\/view\/88<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh :Jihan Rista Devi (2023) Elvia Devi (2022) (Gender dalam Pendidikan) Salah satu tuntuntan dunia pendidikan saat ini adalah masalah keadilan dan kesetaraan gender. Pendidikan yang sejatinya ranah belajar bagi laki-laki dan perempuan. Justru lebih digandrungi oleh laki-laki daripada perempuan. Kondisi ini bukan tanpa alasan, tetapi dilatarbelakangi oleh pandangan patriarki pada masyarakat (Saeful, 2019). Gender dalam pendidikan menjelaskan arti\/makna wancana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1989","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1989"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1989\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1990,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1989\/revisions\/1990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}