{"id":2466,"date":"2022-03-04T09:00:00","date_gmt":"2022-03-04T09:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/?p=2466"},"modified":"2023-10-27T08:52:00","modified_gmt":"2023-10-27T08:52:00","slug":"daya-tarik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/daya-tarik\/","title":{"rendered":"Daya Tarik"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-vivid-red-color has-text-color\">Khoirunnisa &amp; Tena Syifa<\/p>\n\n\n\n<p>Daya tarik merupakan salah satu dasar dalam suatu hubungan. Apabila terjadi daya tarik antara seorang individu dengan individu lainnya, maka tidak dapat dipungkiri pula terjadinya suatu hubungan. Menurut Kalat (2008), daya tarik merupakan perasaan positif terhadap individu lain, termasuk kecenderungan untuk mencari kehadiran orang lain. Orang yang memiliki daya tarik seringkali dikaitkan dengan kepribadian mereka yang baik pula. Rata-rata, orang yang menarik memiliki kepribadian yang lebih terbuka, tingkat kepercayaan yang tinggi, dan memiliki keterampilan sosial yang lebih baik (Hewstrone, Stroebe, dan Jonas, 2013).<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Lahey (2007) adapun karakteristik daya tarik yang disukai oleh seseorang yaitu sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>mempunyai kesamaan (<em>similar<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>saling melengkapi (<em>complementary<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>orang yang memiliki kompetensi (<em>competence<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li><em>ideal self<\/em>&nbsp;<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Menurut Dewi (2013) faktor-faktor yang mendukung daya tarik interpersonal secara garis besar dibedakan menjadi dua, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Faktor personal, yaitu faktor-faktor yang berasal dari karakteristik pribadi individu. Penelitian Arafat (2018) menjelaskan bahwa manusia akan terus menerus menjalin sebuah ikatan hubungan untuk saling mengisi kekurangan serta kelebihan masing-masing dan apabila ikatan hubungan yang terjalin tersebut dirasa menguntungkan, maka tidak menutup kemungkinan hubungan ini akan terus berlanjut sampai pada masa yang tidak dapat ditentukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Faktor situasional, yaitu faktor-faktor yang berasal dari sifat-sifat obyektif (kedekatan, keakraban, dan persamaan). Penelitian Dewi (2013) menggambarkan fenomena yang terjadi pada mahasiswa mengenai pacaran, serta apa yang mereka lihat dari lawan jenis berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan dengan wawancara pada beberapa mahasiswa didapatkan bahwa mereka berpacaran melihat dari kesan pertama, dapat dilihat dari fisik, penampilan, perilaku, cara bicara, materi. <em>Interview <\/em>kepada 8 mahasiswa perempuan dan 8 mahasiswa laki-laki menunjukkan hasil bahwa 6 orang mahasiswa perempuan kurang mengutamakan daya tarik fisik dan penampilan dibandingkan ketulusan, kehangatan personal, dan kompetensi. Sedangkan mahasiswa laki-laki lebih mengutamakan daya tarik fisik dan penampilan dibandingkan ketulusan, kehangatan personal, dan kompetensi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dewi, A. D. A. K. (2013). Studi Komparasi Faktor-faktor Daya Tarik Interpersonal Pada Mahasiswa Unnes yang Berpacaran Ditinjau dari Jenis Kelamin.&nbsp;<em>Journal of Social and Industrial Psychology<\/em>,&nbsp;<em>2<\/em>(1). 32-44<\/p>\n\n\n\n<p>Arafat, M. Y. (2018). Pengaruh Citra Tubuh Ideal dan Daya Tarik Fisik Terhadap Kemampuan Interpersonal.&nbsp;<em>Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi<\/em>,&nbsp;<em>6<\/em>(4).<\/p>\n\n\n\n<p>Hewstone, M., Stroebe, W., &amp; Jonas, K. (2012). <em>An Introduction to Social Psychology<\/em>. United Kingdom: BPS Blackwell.<\/p>\n\n\n\n<p>Kalat, J. W. (2008). <em>Introduction to Psychology<\/em>. USA: Thomson Wadsworth.Lahey, B.B. (2007). <em>Psychology An Introduction Ninth Edition<\/em>. New York: McGraw-Hill Companies.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Khoirunnisa &amp; Tena Syifa Daya tarik merupakan salah satu dasar dalam suatu hubungan. Apabila terjadi daya tarik antara seorang individu dengan individu lainnya, maka tidak dapat dipungkiri pula terjadinya suatu hubungan. Menurut Kalat (2008), daya tarik merupakan perasaan positif terhadap individu lain, termasuk kecenderungan untuk mencari kehadiran orang lain. Orang yang memiliki daya tarik seringkali dikaitkan dengan kepribadian mereka yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2473,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[58],"tags":[],"class_list":["post-2466","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-what-i-learned"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2466"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2466\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2474,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2466\/revisions\/2474"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2473"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}