{"id":2479,"date":"2022-07-08T09:00:00","date_gmt":"2022-07-08T09:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/?p=2479"},"modified":"2023-10-27T09:08:55","modified_gmt":"2023-10-27T09:08:55","slug":"memori","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/memori\/","title":{"rendered":"Memori"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-vivid-red-color has-text-color\">Imtiyaz Fawa\u2019ida &amp; Anti Wulan<\/p>\n\n\n\n<p>Tahukah kamu? Kapasitas memori otak manusia itu setara dengan 1 Juta GB lho!<\/p>\n\n\n\n<p>Wah\u2026jadi penasaran sama kapasitas memori otak manusia. Yuk kita mengenal lebih jauh tentang kapasitas memori otak manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Terry Sejnowski, Profesor dari Salk Institute for Biological Studies &#8211; California, memori otak manusia kurang lebih sebanyak satu petabyte (PB) setara dengan:<\/p>\n\n\n\n<p>1 Petabyte (PB) = 1.000 terabyte (TB)<\/p>\n\n\n\n<p>1 Petabyte (PB) = 1.000.000 gigabyte (GB)<\/p>\n\n\n\n<p>746 juta rupiah floppy disk berkapasitas 1,44 MB<\/p>\n\n\n\n<p>223.000 buah DVD berkapasitas 4,7 GB<\/p>\n\n\n\n<p>10.000.000.000 file photo berkapasitas 100 KB<\/p>\n\n\n\n<p>Ukuran lagu berdurasi 2.000 tahun<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jadi apa sih memori itu?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Memori adalah cara kita mempertahankan dan memanfaatkan pengalaman masa lalu kita untuk menggunakan informasi itu di masa sekarang (Tulving &amp; Craik, 2000). Sebagai sebuah proses, memori mengacu pada mekanisme dinamis yang terkait dengan penyimpanan dan pengambilan informasi tentang pengalaman masa lalu.<\/p>\n\n\n\n<p>Atkinson dan Shiffrin (dalam Sternberg &amp; Sternberg, 2012) membagi memori dalam tiga penyimpanan memori:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Memori Sensorik<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memori sensorik adalah tempat penyimpanan awal dari banyak informasi yang akhirnya memasuki memori jangka pendek dan memori jangka panjang.<\/li>\n\n\n\n<li>Memori sensorik mencatat informasi yang masuk melalui salah satu atau kombinasi dari panca indra.<\/li>\n\n\n\n<li>Informasi atau stimuli yang tidak diperhatikan akan langsung terlupakan, namun jika diperhatikan, maka informasi tersebut ditransfer ke sistem memori jangka pendek.<\/li>\n\n\n\n<li>Setelah berada di sistem memori jangka pendek, informasi tersebut dapat ditransfer lagi dengan proses pengulangan ke sistem memori jangka panjang untuk disimpan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Memori Jangka Pendek<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Memori jangka pendek (<em>short term memory<\/em>) merupakan suatu sistem penyimpan informasi aktif yang memiliki kemampuan untuk menampung informasi secara sementara ketika seseorang sedang melakukan tugas-tugas kognitif. Keterbatasan kapasitas memori jangka pendek mengakibatkan informasi hanya bertahan sementara sehingga diperlukan metode tertentu untuk dapat mempertahankan informasi lebih lama.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Memori Jangka Panjang<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Memori jangka panjang (<em>long term memory)<\/em> merupakan proses penyimpanan informasi yang relatif permanen. Memori jangka panjang juga disebut memori yang tidak memiliki keterbatasan kapasitas dan bertahan dari beberapa menit hingga sepanjang hidup (Rahmawati, 2020). Secara umum memori jangka panjang dapat dibayangkan sebagai tempat penyimpanan semua informasi yang saat ini belum perlu digunakan namun potensial untuk dapat diperoleh kembali bila diperlukan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Rahmawati. (2020). Model\u2019s Of Memory. <em>Jurnal Ilmiah AL-Fikrah, 1<\/em>(2), 255-266<\/p>\n\n\n\n<p>Rismawati, K., Haryono, H., &amp; Mulyani, S. (2016). Studi Komparasi Penggunaan Media Tts Dan Peta Konsep Melalui Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (Ctl) Ditinjau Dari Kemampuan Memori Terhadap Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Kimia, 5(1), 115-124.<\/p>\n\n\n\n<p>Sternberg, J.R. &amp; Sternberg K. (2015). <em>Cognitive Psychology 7th Edition<\/em>. United States America: Wadsworth Cengage Learning.<\/p>\n\n\n\n<p>Sternberg. J.R. &amp; Sternberg, K. (2012). <em>Cognitive Psychology<\/em>, 6<sup>th<\/sup>&nbsp; Edition. USA: Wadsworth.<\/p>\n\n\n\n<p>Ling, J &amp; Catling, J. (2012). <em>Psychology Express: Cognitive Psychology<\/em>. Harlow: Pearson Prentice Hall<\/p>\n\n\n\n<p>Tulving , E., &amp; Craik, F. (2000). Concepts of Memory. New York: Oxford University Press, Inc.<\/p>\n\n\n\n<p>Bartol Jr, dkk. (2015). <em>Nanoconnectomic upper bound on the variability of synaptic plasticity<\/em>. Elife 4 (2015): e10778<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Imtiyaz Fawa\u2019ida &amp; Anti Wulan Tahukah kamu? Kapasitas memori otak manusia itu setara dengan 1 Juta GB lho! Wah\u2026jadi penasaran sama kapasitas memori otak manusia. Yuk kita mengenal lebih jauh tentang kapasitas memori otak manusia. Menurut Terry Sejnowski, Profesor dari Salk Institute for Biological Studies &#8211; California, memori otak manusia kurang lebih sebanyak satu petabyte (PB) setara dengan: 1 Petabyte [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2480,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[58],"tags":[],"class_list":["post-2479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-what-i-learned"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2479"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2479\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2481,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2479\/revisions\/2481"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}