{"id":2492,"date":"2022-08-12T09:00:00","date_gmt":"2022-08-12T09:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/?p=2492"},"modified":"2023-10-27T09:30:33","modified_gmt":"2023-10-27T09:30:33","slug":"psikologi-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/psikologi-pendidikan\/","title":{"rendered":"Psikologi Pendidikan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-vivid-red-color has-text-color\">Khoirunnisa &amp; Kholifatul Amer Jannah<\/p>\n\n\n\n<p>Psikologi pendidikan merupakan suatu studi yang bersifat sistematis mengenai tingkah laku manusia dalam proses belajar-mengajar serta faktor-faktor yang terlibat dalam pengajaran dengan kegiatan belajar seseorang (Uyun dan Warsah, 2021). Duchesne dan McMaugh (2019) mengatakan bahwa psikologi pendidikan merupakan cara untuk menerapkan prinsip-prinsip psikologi ke dalam konteks pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Samuel Smith (dalam Syah, 2016) menyebutkan beberapa ruang lingkup psikologi pendidikan yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengetahuan tentang psikologi pendidikan<\/li>\n\n\n\n<li>Hereditas atau karakteristik pembawaan sejak lahir<\/li>\n\n\n\n<li>Lingkungan bersifat fisik<\/li>\n\n\n\n<li>Perkembangan siswa<\/li>\n\n\n\n<li>Proses tingkah laku<\/li>\n\n\n\n<li>Hakikat dan ruang lingkup belajar<\/li>\n\n\n\n<li>Faktor yang mempengaruhi belajar<\/li>\n\n\n\n<li>Hukum dan teori belajar<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengukuran, yakni prinsip dasar dan batasan pengukuran\/evaluasi<\/li>\n\n\n\n<li>Transfer belajar, meliputi mata pelajaran<\/li>\n\n\n\n<li>Sudut pandang praktis mengenai pengukuran<\/li>\n\n\n\n<li>Ilmu statistik dasar<\/li>\n\n\n\n<li>Kesehatan rohani<\/li>\n\n\n\n<li>Pendidikan membentuk watak<\/li>\n\n\n\n<li>Pengetahuan psikologi tentang mata pelajaran sekolah menengah<\/li>\n\n\n\n<li>Pengetahuan psikologi tentang mata pelajaran sekolah dasar<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Manfaat Mempelajari Psikologi Pendidikan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Manfaat mempelajari psikologi pendidikan menurut Suralaga (2021) yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memahami siswa sebagai pembelajar, meliputi perkembangannya, karakteristik, kemampuan dan kecerdasan, motivasi, minat, pengalaman, sikap, kepribadian, dan lainnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Memahami prinsip-prinsip dan teori pembelajaran<\/li>\n\n\n\n<li>Memilih metode-metode pembalajaran<\/li>\n\n\n\n<li>Memilih dan menetapkan tujuan pembelajaran<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar<\/li>\n\n\n\n<li>Memilih alat bantu pembelajaran<\/li>\n\n\n\n<li>Menilai hasil dari proses pembelajaran<\/li>\n\n\n\n<li>Memilih system evaluasi yang tepat<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Duchesne, S., &amp; McMaugh, A. (2019). <em>Educational Psychology for Learning and Teaching 6<\/em><em><sup>th<\/sup><\/em><em> Edition<\/em>. Australia: Cengage Learning.<\/li>\n\n\n\n<li>Suralaga, F. (20210. <em>Psikologi Pendidikan: Implikasi dalam Pembelajaran<\/em>. Depok: Rajawali Pers.<\/li>\n\n\n\n<li>Syah, M. (2016). <em>Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru<\/em>. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.<\/li>\n\n\n\n<li>Uyun, M. &amp; Warsah, I. (2021). <em>Psikologi Pendidikan<\/em>. Sleman: Deepublish Publisher.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Khoirunnisa &amp; Kholifatul Amer Jannah Psikologi pendidikan merupakan suatu studi yang bersifat sistematis mengenai tingkah laku manusia dalam proses belajar-mengajar serta faktor-faktor yang terlibat dalam pengajaran dengan kegiatan belajar seseorang (Uyun dan Warsah, 2021). Duchesne dan McMaugh (2019) mengatakan bahwa psikologi pendidikan merupakan cara untuk menerapkan prinsip-prinsip psikologi ke dalam konteks pendidikan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2495,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[58],"tags":[],"class_list":["post-2492","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-what-i-learned"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2492","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2492"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2492\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2496,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2492\/revisions\/2496"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2495"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2492"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2492"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2492"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}