{"id":2547,"date":"2022-09-05T09:00:00","date_gmt":"2022-09-05T09:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/?p=2547"},"modified":"2023-10-27T10:26:22","modified_gmt":"2023-10-27T10:26:22","slug":"teori-behaviour","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/teori-behaviour\/","title":{"rendered":"Teori Behaviour"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-vivid-red-color has-text-color\">Khoirunnisa &amp; Kholifatul Amer Jannah<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Apa itu Teori Behaviour?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Teori ini memfokuskan pada tingkah laku, yang mana perubahan tingkah laku akan dinilai sebagai suatu hasil dari belajar. Jadi, teori ini memandang bahwa organisme dikatakan telah belajar jika dapat menunjukan sebuah perubahan pada tingkah lakunya sebagai pengaruh dari lingkungan. Perubahan tingkah laku di sebabkan oleh interaksi antara stimulus dan respon.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Classical Conditioning<\/em> (Pengkondisian Klasik)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pengkondisian klasik adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap hewan, yaitu sebuah prosedur penciptaan respon baru dengan cara mendatangkan stimulus sebelum terjadinya respon tersebut. Menurut Pavlov respon dikontrol oleh pihak luar, pihak inilah yang menentukan kapan dan apa yang akan diberikan sebagai stimulus. Organisme bersifat pasif, karena untuk memunculkan respon perlu adanya suatu stimulus tertentu.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Operant Conditioning<\/em> (Pengkondisian Operan)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Skinner pengkondisian klasik adalah pengkondisian yang mana manusia menghasilkan suatu respon atau operan (sebuah aktifitas yang beroperasi atas dasar lingkungan), operan tersebut dipelajari melalui penguatan yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut berulang kembali atau menghilang sesuai dengan keinginan. Skinner memandang hadiah (reward) atau penguatan (reinforcement) sebagai unsur yang paling penting dalam proses belajar.<\/p>\n\n\n\n<p><strong><em>Reinforcement<\/em> (Penguatan)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Penguatan adalah proses untuk meningkatkan kemungkinan dari sebuah perilaku dengan memberikan atau menghilangkan rangsangan. Skinner membagi penguatan ini menjadi dua, yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. Bentuk penguatan positif berupa hadiah atau penghargaan. Bentuk-bentuk penguatan\u00a0 negatif antara lain tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan atau menunjukkan perilaku tidak senang.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hall, C. S., &amp; Lindzey, G. (1985). Introduction Theories of Personality. Canada: John Wiley &amp; Sons.<\/li>\n\n\n\n<li>Joyce, B., &amp; Weil, M. (2003). Models of Teaching 5th Ed. USA: Prentice-Hall.<\/li>\n\n\n\n<li>Haslinda. (2019). Classical Conditioning. Jurnal Network Media. 1(2). 87-99.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Khoirunnisa &amp; Kholifatul Amer Jannah Apa itu Teori Behaviour? Teori ini memfokuskan pada tingkah laku, yang mana perubahan tingkah laku akan dinilai sebagai suatu hasil dari belajar. Jadi, teori ini memandang bahwa organisme dikatakan telah belajar jika dapat menunjukan sebuah perubahan pada tingkah lakunya sebagai pengaruh dari lingkungan. Perubahan tingkah laku di sebabkan oleh interaksi antara stimulus dan respon. Classical [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2555,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[58],"tags":[],"class_list":["post-2547","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-what-i-learned"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2547","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2547"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2547\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2556,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2547\/revisions\/2556"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2555"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2547"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2547"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2547"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}