{"id":2695,"date":"2022-10-11T09:00:00","date_gmt":"2022-10-11T09:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/?p=2695"},"modified":"2023-10-27T12:04:23","modified_gmt":"2023-10-27T12:04:23","slug":"definisi-dan-prediktor-kesejahteraan-pribadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/definisi-dan-prediktor-kesejahteraan-pribadi\/","title":{"rendered":"Definisi dan Prediktor Kesejahteraan Pribadi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-vivid-red-color has-text-color\">Helmi Mahdiarafif &amp; Lidiya Novita <\/p>\n\n\n\n<p><br><strong>Pengertian Subjective Well-being<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kesejahteraan Pribadi <em>(Subjective well-being)<\/em> adalah perasaan individu yg memiliki tingkat kebahagiaan dan kepuasan yang tinggi terhadap kehidupannya.\u00a0<br><strong>Prediktor Kesejahteraan Pribadi<\/strong><br>Menurut Argyle, Myers, dan Diener (dalam Compton, W.C., 2005, hlm 48), terdapat 6 dasar variabel yang memprediksi kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup, yaitu\u00a0:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Harga diri <\/strong><strong><em>(Self Esteem)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Campbell., 1981 (dalam Compton. W.C.,2005, hlm 48) Harga diri yang positif adalah prediktor yang sangat penting bagi kebahagiaan dan kepuasan hidup. Harga diri yang tinggi membuat seseorang merasa lebih bermakna dan berharga.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pengendalian diri <\/strong><strong><em>(Sense of Perceived Control)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Peterson., 1999 (dalam Compton. W.C.,2005, hlm 49) mendefinisikan\u00a0 pengendalian diri sebagai keyakinan individu bahwa ia dapat berperilaku dengan cara memaksimalkan hasil yang baik dan atau meminimalkan hasil yang buruk da jugan dapat mendorong kekuatan emosional, motivasi, perilaku dan fisiologis dalam menghadapi tuntutan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Exstroversi <\/strong><strong><em>(Extroversion)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Diener et al., 1999 (dalam Compton. W.C.,2005, hlm 50) Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa ekstroversi menjadi salah satu prediktor paling signifikan dari kesejahteraan pribadi, dimana orang-orang extrovert cenderung memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Optimisme (<em>Optimism)<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Schiever dan Carver (dalam Compton, W.C., 2005, hlm 50) optimisme memberikan dampak terhadap kesehatan fisik, bahkan orang yang lebih optimistik dilaporkan lebih sedikit mengalami masalah kesehatan. Ini artinya optimisme dalam berpikir memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan mental serta fisik.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Hubungan Sosial yang Positif (<em>Positive Social Relationship<\/em>)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Compton (2005, hlm. 52) menyebutkan bahwa individu yang memilki hubungan sosial yang baik bersama keluarga dan teman, lebih memiliki harga diri yang tinggi, penanggulangan stress yang baik, dan lebih sedikit memiliki masalah psikologis. Maka dengan memiliki hubungan yang baik, dapat memberikan dampak yang baik bagi bagi kesejahteraan diri kita sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Makna dan Tujuan Hidup (<em>A Sense of Meaning and purposes to life<\/em>)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Compton (2005, hlm.53) menyatakan bahwa terdapat studi tentang individu yang secara aktif terlibat dalam mengejar berbagai tujuan hidup yang menurutnya sangat berarti, maka kesejahteraan individunya meningkat. Studi diatas menunjukan individu yang sudah menemukan tujuan dan makna hidupnya, kemudian secara aktif untuk mewujudkan tujuan tersebut, dapat membuat individu termotivasi mencapai tujuan hidupnya.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Compton, W. C. (2005). <em>An introduction to positive psychology<\/em>. Australia ; Belmont, CA, Thomson\/Wadsworth.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Helmi Mahdiarafif &amp; Lidiya Novita Pengertian Subjective Well-being Kesejahteraan Pribadi (Subjective well-being) adalah perasaan individu yg memiliki tingkat kebahagiaan dan kepuasan yang tinggi terhadap kehidupannya.\u00a0Prediktor Kesejahteraan PribadiMenurut Argyle, Myers, dan Diener (dalam Compton, W.C., 2005, hlm 48), terdapat 6 dasar variabel yang memprediksi kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup, yaitu\u00a0: Harga diri (Self Esteem) Campbell., 1981 (dalam Compton. W.C.,2005, hlm 48) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2708,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[58],"tags":[],"class_list":["post-2695","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-what-i-learned"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2695","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2695"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2695\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2710,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2695\/revisions\/2710"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2708"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2695"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2695"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/psikopend-sps.upi.edu\/beranda\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2695"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}