[Kelas Pagi] Kebutuhan Manusia menurut Erich Fromm

Oleh :
Indah Al Aziz (ganjil 2022)
Milan Daryanani (ganjil 2022)

Mata Kuliah (Teori Kepribadian)

-Hakikat Manusia-

Fromm melukiskan hakikat keberadaan manusia sebagai “kesepian dan ketidak-berartian”

Manusia memiliki lima kebutuhan;

Need for relatedness, rotedness, transcendence, identity, and frame of orientation

-Need for Relatedness-

“Kebutuhan untuk bergabung dengan makhluk lainnya untuk menjadi bagian dari sesuatu”

  • Manusia sadar bahwa ikatan manusia dengan alam terputus; manusia merasa terisolasi sehingga harus mencari ikatan baru dengan orang dan kelompok lain.
  • Pemuasaan kebutuhan yang berhubungan dengan orang lain sangat penting untuk kebutuhan psikologis
  • Ada kebutuhan yang berkaitan dengan “keterhubungan”; tunduk pada orang lain, mendominasi, dan cinta (memuaskan kebutuhan akan keamanan dan menimbulkan perasaan integritas dan individualisasi.

– Need for rootedness-

“Kebutuhan untuk memperbaiki pecahan eksistensial antara sifat hewani dan non-hewani”

  • Manusia memiliki kebutuhan untuk menjadi milik dari sesuatu
  • Cara yang ideal adalah dengan membangun suatu rasa persaudaraan dengan orang lain, cinta, perhatian, dan partisipasi dalam masyarakat

-Need for transcendence-

“Kebutuhan untuk mengatasi sifat hewan seseorang, dari makhluk menjadi pencipta”

Kebutuhan ini bertujuan untuk mengatasi posisi manusia sebagai makhluk yang pasif; manusia punya kemampuan berpikir dan ingin memainkan peranan aktif di dunianya, serta mengembangkan kreatifitasnya

-Need for identity-

“Kebutuhan untuk mengembangkan rasa individualitas”

Setiap manusia membutuhkan suatu perasaan identitas sebagai individu yang unik, suatu identitas yang menempatkannya terpisah dari orang lain

-Need for a frame of orientation-

“Kebutuhan untuk memahami dunia”

  • Setiap manusia harus mengembangkan dunianya, merumuskan suatu gambaran konsisten tentang dunia
  • Dasar yang ideal untuk kerangka orientasi adalah: pikiran; kemampuan melihat dunia (termasuk diri sendiri) secara objektif dan tepat; tidak terpengaruh lensa subjektif dari kebutuhan diri sendiri sehingga pandangan manusia terhadap dunianya mendekati kenyataan
Sumber : 

Lindzey, C. S. (1985). Introduction to Theories of Personality. Singapore.