Hierarki Kebutuhan Maslow

Vitriza Naila Fathia dan Tina Janeti

Abraham maslow, tokoh yang terkenal dalam teori humanistik merumuskan lima kebutuhan manusia yang disebut dengan hierarchy of needs (hirarki kebutuhan) dimana dalam teorinya tersebut ada lima jenis kebutuhan manusia yang terdiri dari:

  1. kebutuhan fisiologis (physiological needs)
  2. kebutuhan terhadap rasa aman (safety and security needs)
  3. kebutuhan akan kasih sayang dan memiliki (love and belonging needs)
  4. kebutuhan untuk dihargai (esteem needs)
  5. kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualization)(Hall,dkk.,1985)

Maslow percaya bahwa setiap manusia memiliki potensi mengaktualisasikan diri sesuai dengan kemampuan dan keadaan yang dihadapinya, Maslow memandang manusia sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain antara kebutuhan lahiriah dan kebutuhan batiniah,.(Hall,dkk.,1985)

  1. Kebutuhan Fisiologis

Seseorang dapat menahan rasa lapar dan dengan demikian memenuhi kebutuhannya dengan minum air atau merokok. Namun, pada akhirnya, kebutuhan tubuh yang sebenarnya akan menuntut kepuasan yang sesuai atau tubuh akan mati.(Hall, dkk., 1985).

  1. Kebutuhan Keselamatan

Serangkaian kebutuhan berikutnya yang menjadi menonjol setelah kebutuhan fisiologis cukup terpuaskan adalah kebutuhan keamanan menurut Maslow (Hall, dkk., 1985)—kebutuhan akan keamanan, stabilitas, perlindungan, struktur, keteraturan, hukum,dan seterusnya.

  1. Kebutuhan Percaya dan Cinta Kasih (Belongingness and Love Needs)

Kebutuhan ini merujuk pada kebutuhan manusia untuk dicintai dan dipercaya agar mendapatkan ketenangan dalam hidupnya. Rasa cinta dan percaya mencakup aspek yang luas seperti kedekatan dan penerimaan ( At-Toyibi dan Kusuma, 2020).

  1. Kebutuhan Penghargaan

Menurut Maslow (dalam Hall, dkk., 1985), “Kepuasan kebutuhan harga diri mengarah pada perasaan percaya diri, nilai, kekuatan, kemampuan, dan kecukupan, menjadi berguna dan diperlukan.

  1. Kebutuhan Aktualisasi Diri

Maslow (Hall, dkk., 1985) memaparkan ketika keempat kebutuhan dasar, atau kekurangan, yang telah kita diskusikan telah terpuaskan, kebutuhan pertumbuhan aktualisasi diri muncul.

DAFTAR PUSTAKA

At-Toyibi, M. N. H., & Kusuma, S. D. (2020). Dasar pemikiran arsitektur humanistik: Pemahaman dan tokohnya dari era ke era. Sinektika: Jurnal Arsitektur17(1), 49-53.Hall, Calvin S., Lindzey, Gardner., Loehlin, John C., Manosevitz, Martin. (1985). Introduction to Theories of Personality. New York: John Wiley & Sons.