Dari Catur hingga Menjadi Wasit Nasional

Nama saya Adnia Rianti Pradita, mahasiswi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana UPI angkatan 2024 Ganjil. Saya lahir di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada 20 Maret 2002. Saya sudah mengenal catur sejak usia 4 tahun, ketika ayah saya, Agus Syafri, yang juga seorang pecinta catur, memperkenalkan saya pada permainan ini. Bermain catur bersama ayah bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi latihan mental yang mengasah konsentrasi dan strategi saya sejak dini.

Keahlian saya dalam bermain catur berkembang pesat. Saat saya duduk di kelas 2 SD, saya berhasil menjuarai kejuaraan catur tingkat provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang menjadi langkah awal perjalanan saya di dunia catur kompetitif. Kemenangan ini membawa saya mewakili provinsi Bangka Belitung untuk pertama kalinya dalam kejuaraan catur tingkat nasional di Surabaya. Meskipun saya masih muda, pengalaman pertama ini memberikan banyak pelajaran berharga tentang ketangguhan mental dan persaingan yang sehat.

Pada tahun berikutnya, saya berhasil kembali meraih juara pertama di tingkat provinsi, dan saya kembali diberi kepercayaan untuk mewakili Bangka Belitung dalam ajang O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) di Jakarta. Di sana, saya tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar tentang bagaimana menghadapi tekanan dan tantangan dalam kompetisi yang lebih besar. Keberhasilan-keberhasilan ini memberi saya semangat lebih untuk terus berlatih dan berkembang dalam dunia catur.

Setelah beberapa tahun, saya terus menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan catur, baik tingkat provinsi maupun nasional. Setiap kemenangan menambah pengalaman dan rasa percaya diri saya, sekaligus semakin menguatkan tekad saya untuk terus memajukan dunia catur, khususnya di provinsi saya, Bangka Belitung.

Namun, perjalanan saya tidak hanya berhenti sebagai atlet. Pada suatu titik, saya merasa terdorong untuk memberikan kontribusi lebih di dunia catur dengan cara yang berbeda. Saya mulai tertarik untuk menjadi wasit catur, agar bisa berperan dalam menjaga kualitas kompetisi dan mendukung perkembangan atlet muda lainnya.

Tahun demi tahun, saya terus mengembangkan diri. Saya mengikuti pelatihan wasit nasional di Jakarta, yang membuka wawasan baru tentang peran penting seorang wasit dalam sebuah turnamen catur. Pelatihan ini memperkenalkan saya pada berbagai aturan dan teknik yang diperlukan untuk memastikan pertandingan berjalan dengan adil dan lancar. Tak lama setelah itu, saya mendapat kesempatan untuk menjadi wasit dalam berbagai event bergengsi.

Salah satu pencapaian besar saya adalah menjadi wasit dalam Kejuaraan Catur Nasional 2023 yang berlangsung di Jakarta. Pengalaman tersebut sangat berkesan bagi saya, karena saya bisa melihat langsung bagaimana para pemain papan atas berkompetisi, serta memahami lebih dalam tentang dinamika pertandingan tingkat tinggi. Kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjadi wasit di acara sebesar itu menambah rasa tanggung jawab saya dalam menjaga integritas pertandingan.

Tidak hanya itu, saya juga diberi kesempatan untuk menjadi wasit di ajang bergengsi lainnya, seperti Pekan Paralimpik Nasional 2024 yang diadakan di Solo, Surakarta. Menjadi bagian dari acara tersebut memberikan saya perspektif yang lebih luas, tidak hanya tentang catur, tetapi juga tentang semangat juang dan keberagaman atlet yang berlaga.

Dari seorang pemain catur yang masih kecil hingga menjadi wasit nasional yang dipercaya di berbagai kejuaraan, perjalanan saya telah memberi banyak pelajaran berharga. Saya belajar tentang pentingnya ketekunan, kerja keras, dan semangat untuk terus berkembang. Sebagai seorang wasit, saya juga belajar untuk bersikap adil dan objektif, serta selalu mengutamakan kepentingan olahraga itu sendiri.

Ke depan, saya berharap bisa terus berkontribusi dalam dunia catur, baik sebagai atlet maupun wasit, dan membantu memajukan olahraga catur di Indonesia, khususnya di provinsi Bangka Belitung. Terima kasih kepada semua yang telah mendukung perjalanan saya, terutama keluarga saya yang selalu menjadi pilar utama dalam setiap langkah saya.

[ Nia – Angkatan 2024 ]