
[Jakarta, 19 Desember 2024] Akhir tahun 2024 ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) melalui SouethEast Asian Minister of Education Organization Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) yang didukung oleh Tanoto Foundation meluncurkan salah satu dari tiga luaran, yaitu Modul “GEMBIRA” Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan. Kegiatan ini dilaksanakan di Plaza Insan Berprestasi Kantor Kemdikdasmen Jakarta yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. K. H. Abdul Mu’ti, S.Pd.I., M.Ed., Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., Direktur SEAMEO CECCEP Prof. Vina Adriany, Ph.D., Direktur PAUD Komalasari, M.Pd., serta Eddy Henry Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation.
“Modul ini bertujuan untuk mendukung kolaborasi antara orang tua dan sekolah pada masa transisi yang sangat penting ini agar stimulasi yang diberikan pada anak dapat berlanjut secara berkesinambungan. Kami menyebut modul ini sebagai Modul GEMBIRA, yang merupakan singkatan dari Gerakan Membimbing Anak Bersiap ke Sekolah. Modul ini menekankan komunikasi yang positif, kolaboratif, dan partisipatif antara orang tua, anak, dan guru—dengan pendekatan ini kami berharap modul ini akan membantu penguatan program PAUD, terutama di satu tahun pra SD dan juga memperkuat program SD di kelas awal,” ujar Prof. Vina Adriany, Ph.D. Direktur SEAMEO CECCEP saat memberikan sambutan.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Mendikdasmen Prof. Dr. K. H. Abdul Mu’ti, S.Pd.I., M.Ed. “… yang tidak kalah pentingnya juga adalah bagaimana pendidikan dalam keluarga, yang ini juga menjadi fondasi penting dalam kita membangun generasi yang memiliki keceriaan, yang memiliki optimisme dan tumbuh kembang yang baik dan sehat. Kita mengenal istilah Sekolah Materna, sebuah istilah yang menunjukkan betapa sesungguhnya pendidikan itu bermula dari keluarga, dan terutama adalah peran ibu dalam pendidikan di dalam keluarga itu. Walaupun tentu saja bapak-bapaknya tidak boleh mengabaikan arti pentingnya pendidikan dalam keluarga itu. Persoalan parenting menjadi persoalan yang sangat perlu mendapat perhatian, karena kita sekarang ketika membaca berita-berita di media—banyak hal yang kita harus kita lakukan bersama-sama karena kekerasan seringkali terjadi dan dialami oleh anak-anak, dan pelaku kekerasan itu tidak jarang adalah mereka yang seharusnya mengasuh anak-anak itu ….”
“… Parenting juga menjadi bagian yang sangat penting, karena tidak jarang juga sebenarnya karena alasan-alasan yang bersifat pragmatis, dan mungkin karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan, banyak orang tua yang memberikan berbagai macam permainan yang tidak edukatif … Sekarang mainannya diberikan dalam bentuk gadget, yang kontennya tidak pernah disensor oleh orang tuanya dan tidak bisa disensor …,” lanjut Mendikdasmen dalam sambutannya dan menekankan upaya dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak sebagai tugas penting bersama.


Pada kegiatan ini pula terdapat paparan oleh John Arnold S. Siena selaku Deputy Director SEAMEO Secretariat dengan judul Advancing Early Childhood Care and Development in Southeast Asia. Tak hanya itu, para tamu undangan pun disajikan talkshow bersama Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan (BAPPENAS) Amich Alhumami, MA, M.Ed, Ph.D.; Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda (Kemenko PMK) Woro Srihastuti Sulistyaningrum, ST., MIDS.; Direktur PAUD Komalasari, M.Pd.; Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) (KEMENKES) dr. Lovely Daisy, MKM.; Education Specialist dari UNICEF Indonesia Nugroho Indera Warman; dan Deputi Direktur Program SEAMEO CECCEP Ith Vuthy, M.Sc., M.A. Talkshow ini mengusung topik “Penguatan PAUD HI (Holistik-Integratif) melalui Kebijakan Keterlibatan Orang Tua dan Inovasi Digital”. Modul GEMBIRA ini melibatkan juga salah satu alumni Prodi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana (SPs) UPI, yaitu Esty Faatinisa, S.Psi., S.Pd., M.Pd. yang saat ini telah menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Bandung—dan mahasiswa aktif Prodi Psikologi Pendidikan SPs UPI, yaitu Rismaya Nurmalasari. Keduanya terlibat sejak awal riset Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan hingga proses penulisan modul. Di mana Teh Esty, begitu sapaan akrabnya, turut menulis pada modul seri 2. Sedangkan Rismaya, turut menulis pada modul seri 1.
(I Nyoman Edwin Tri Nugraha (2409150))
