Pada Hari Jumat, 30 April 2021, Program Studi Psikologi Pendidikan SPs UPI kembali menyelenggarakan kegiatan Academic Writing yang bertemakan “How to Write a Good Research Proposal” secara daring dengan menggunakan media platform digital Zoom meeting. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 08.00-10.00 dan diikuti oleh 54 mahasiswa Magister Program Studi Psikologi Pendidikan dari Angkatan 2019 dan 2020. Pelaksanaan kegiatan academic writing ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menulis teks akademik mahasiswa dalam membuat proposal penelitian.
Pada kesempatan kali ini, Ketua Prodi Psikologi Pendidikan SPs UPI, Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., Psikolog, mengundang Tutin Aryanti, S.T., M.T., Ph.D selaku Ketua Program Studi Departemen Pendidikan Arsitektur, Universitas Pendidikan Indonesia untuk menjadi pemateri dalam penyelenggaraan kegiatan academic writing. Kegiatan ini diawali dengan acara pembukaan berupa penyambutan kepada pemateri oleh Rahma Tahlitha selaku MC (Master of Ceremony) dan Moderator pada acara tersebut.
Pada awal pemaparan materi, Ibu Tutin menyampaikan suatu pendahuluan tentang bagaimana caranya memilih dan mempertimbangkan suatu fenomena yang akan diangkat dalam penelitian. Ibu Tutin menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengangkat suatu fenomena penelitian seperti pengetahuan yang ada tentang masalah yang ada, keterbatasan pengetahuan yang ada dan perumusan masalah terkait dengan suatu fenomena. Dengan kata lain, peneliti harus mengetahui secara spesifik fenomena atau permasalahan yang melatarbelakangi penelitian. Hal ini berarti, fenomena yang diangkat harus terintegrasi dengan topik penelitian yang belum dikaji oleh penelitian sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk melengkapi peta keilmuan yang belum terisi atau dikaji (Research GAP).
Selanjutnya, Ibu Tutin mempersilahkan kepada Mahasiswa Angkatan 2019 dan 2020 untuk menanyakan sesuatu hal yang belum dipahami secara optimal terkait penjelasannya tersebut. Salah satu mahasiswa Prodi Psikologi Pendidikan SPs UPI dari Angkatan 2019, Kang Gilang Rizkia Aditia menanyakan kepada Ibu Tutin “Bagaimana caranya kita menentukan GAP penelitian?, Apakah dalam penelusuran atau pencarian GAP penelitian mengharuskan kita untuk membaca studi literature dari tahun terdahulu sampai yang terkini atau kita bisa membaca artikel dari 10 tahun terakhir saja?”, lantasnya. Ibu Tutin menjawab pertanyaan tersebut bahwa untuk menunjukan kebaharuan suatu kajian penelitian, pada umumnya studi literature atau referensi artikel yang dibaca dalam rentang 10 tahun terakhir. Akan tetapi, kita bisa mencari referensi GAP sampai rentang 20 tahun terakhir. Hal tersebut sesuai dengan kebutuhan peneliti. Semakin banyak referensi atau studi literature yang kita baca, maka akan semakin bagus karena kita mempunyai bekal yang cukup dalam menentukan GAP penelitian, ujarnya. Selanjutnya, Teh Muna Fatimah mahasiswa Prodi Psikologi Pendidikan SPs UPI dari Angkatan 2020 bertanya “Bagaimana caranya melihat besar atau tidaknya taraf signifikansi penelitian kita?”. Ibu Tutin menjawab pertanyaan tersebut bahwa untuk mengetahui seberapa besar atau tidaknya taraf signifikasi penelitian melalui cara memahami fenomena yang akan dikaji dengan sebaik mungkin, sehingga kita dapat mengetahui aspek-aspek apa saja yang terkait secara spesifik dan mengetahui secara pasti posisi kajian yang akan kita teliti.
Setelah itu, Ibu Tutin melanjutkan paparan materi-Nya tentang kajian literature. Dalam paparannya, kajian literature dalam suatu penelitian memiliki kegunaan yang sangat penting seperti untuk mengetahui peta keilmuan terkini, membidik kebaharuan, menentukan posisi penelitian dan menjadi rujukan dalam analisis data. Beliau menjelaskan pula bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi atau kritis sangat diperlukan dalam memahami setiap literature yang telah kita baca, sehingga kita dapat menemukan intisari atau benang merah dari setiap bahan bacaan yang diperoleh. Ada beberapa strategi yang dapat dilakukan untuk melakukan studi literature, yaitu: pertama, melalui Teknik Skimming yang digunakan untuk mencari permasalahan, teori, metode dan argument utama (judul-abstrak-pendahuluan-kesimpulan). Kedua, melalui Teknik Scanning yang digunakan untuk memindai informasi yang dibutuhkan. Ketiga, melakukan Sintesis. Keempat, membuat tabel atau rangkuman dari setiap artikel penelitian yang mengandung judul, penulis, topik, metode, temuan dan catatan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam mengumpulkan setiap informasi penting yang ada disetiap bahan bacaan.
Selanjutnya, Ibu Tutin melanjutkan paparan materi-Nya tentang Metodologi Peneltian. Dalam paparannya, Metodologi dalam suatu penelitian memiliki kegunaan yang sangat penting seperti bagaimana penelitian akan dilakukan dan bagaimana hasil penelitian akan dianalisis. Setelah itu, Ibu Tutin dan moderator mempersilahkan kepada mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan terkait paparan materi yang telah disampaikan. Teh Rahma, Mbak Merryana, Uni Astari dan Teh Tuti mengajukan pertanyaan yang terkait dengan topik penelitian yang akan mereka kaji seperti pemilihan metode, arah penelitian dan batasan penelitian.
Setelah sesi tanya jawab selesai, moderator menutup kegiatan seminar dengan menyimpulkan materi yang telah dipaparan oleh pemateri. Setelah itu, Teh Aulia melakukan sesi dokumentasi sebagai penanda telah selesainya perkuliahan umum academic writing. (Gilang, 2021)






