Education Day: Pendidikan di Era New Normal

1. event

Pada Hari Minggu, 02 Mei 2021, Ketua Prodi Psikologi Pendidikan SPs UPI, Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., Psikolog, melakukan suatu kerjasama dengan organisasi nirbala, yaitu: ASEAN YOUTH ADVOCATES NETWORK INDONESIAN (AYAN) dalam rangka penyelenggaraan suatu event yang bertemakan “Pendidikan di Era New Normal”.

DOKUMENTASI PEMBICARA AYAN

Pada kesempatan kali ini, Organisasi AYAN mengundang dua narasumber utama yaitu: Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., Psikolog, selaku Ketua Prodi Psikologi Pendidikan SPs UPI dan Haris Hendrik selaku Founder lensapendidikan.id, Delegasi Indonesia di AFMAM 2020 yang merupakan seorang Mahasiswa Berprestasi 3 UGM. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB secara daring dengan menggunakan media platform digital Zoom meeting dan diikuti oleh sejumlah mahasiswa Magister Program Studi Psikologi Pendidikan dan peserta umum. Pelaksanaan event ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru maupun siswa dalam menempuh Pendidikan di era new normal.

DOKUMENTASI AYAN SLIDE

Pada awal pemaparan materi, Ibu Tina menyampaikan bahwa ada beberapa kendala yang sedang di hadapi oleh siswa di era new normal ini, yaitu: pertama, sulit berkonsentrasi dalam pembelajaran. Permasalahan ini timbul dikarenakan kurangnya konektivitas atau relasi antara tubuh, pikiran dan emosi siswa. Kedua, kinerja otak yang memiliki peran penting dalam proses berpikir dan proses mental lainnya seperti pengaturan tingkat motivasi, memori serta emosi dan juga sebagai controlling fungsi motorik, koordinasi, keseimbangan tubuh dan fungsi organ tubuh lainnya. Selanjutya, Ibu Tina menjelaskan bahwa ada beberapa cara yang dapat diterapkan dalam menyeimbangkan fungsi tubuh, pikiran dan emosi kita seperti melakukan mindful practice, beginner’s mind, acceptance, grateful dan self-love.

Selanjutnya, moderator mempersilahkan pemateri kedua untuk memaparkan meteri. Pada awal pemaparan materi, Haris Hendrik menyampaikan bahwa sejauh ini pemerintah telah konsen dalam Pendidikan. Hal ini dapat terlihat dari beberapa kebijakan yang telah diambil dan diaplikasikan pemerintah seperti penerapan sistem PJJ dalam masa pandemi yang telah didesain sedemikianrupa. Disamping itu, Haris menyampaikan bahwa permasalahan Pendidikan bukan hanya homework bagi pemerintah saja, akan tetapi menjadi tanggung jawab bagi seluruh lapisan masyarakat, karena setiap individu memiliki tanggung jawab dan peran-Nya masing-masing untuk berkontribusi dalam memajukan Pendidikan di Indonesia. Selanjutnya, Haris mengatakan bahwa nasib Pendidikan Indonesia di masa depan dapat ditentukan oleh para kaum pelajar, karena mereka adalah agen-agen perubah kualitas Pendidikan bangsa. Diakhir pemaparannya, Haris mengatakan bahwa para kaum pelajar, khususnya mahasiswa yang memiliki peran dibidangnya masing-masing dapat menjadikan kualitas Pendidikan di Indonesia akan jauh semakin baik. Hal ini dapat terlihat banyaknya mahasiswa yang bergerak pada berbagai macam isu seperti mental health, social, education dan Environment.

DOKUMENTASI AYAN

Setelah itu, Panitia pelaksana melakukan sesi dokumentasi sebagai penanda telah berakhirnya kegiatan tersebut. (Gilang, 2021)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *