Oleh :
Milan Daryanani(2022)
Sri Suniarti (2022)
(Psikologi Positif dalam Pendidikan)
Slide 4
Karakteristik Flow
- Penggabungan Tindakan dan Kesadaran
Orang yang mengalami flow terlibat dalam suatu aktivitas hingga tidak perlu memikirkan apa yang sedang mereka lakukan. Tidak ada rasa menjadi pengamat yang mengamati dan mengevaluasi kegiatan. Faktanya, jenis kesadaran yang terbagi atau perspektif “luar” ini menghancurkan pengalaman flow.
- Konsentrasi Penuh pada Tugas
Konsentrasi adalah penggabungan tindakan dan kesadaran dalam diri seseorang pada saat yang bersamaan. Ini tidak terkait dengan ketegangan mental atau upaya agresif untuk mengendalikan atau menekan pemikiran. Seorang komposer menggambarkannya sebagai, “Saya benar-benar tidak menyadari lingkungan saya setelah saya benar-benar pergi”.
3.Kurangnya Kekhawatiran tentang Kehilangan Kontrol, yang Secara Paradoks Menghasilkan Rasa
Seringkali mereka merasa lebih memegang kendali daripada sebelumnya. Seorang penari mengungkapkannya sebagai berikut: Jika saya memiliki cukup ruang, saya memegang kendali. Saya merasa dapat memancarkan energi ke atmosfer.
4 Hilangnya Kesadaran Diri
Selama flow, bagian kesadaran yang mengevaluasi dan merencanakan, sebelum bertindak—ego—diheningkan. Kita tidak perlu berpikir sebelum bertindak; kita tidak terjebak dalam konflik internal. Pada tingkat yang paling menantang, orang benar-benar melaporkan mengalami transendensi diri.
5.Waktu Tidak Lagi Berlalu Seperti Biasa
Flow adalah keadaan kesadaran alternatif di mana waktu tampaknya berlalu lebih lambat. Orang-orang telah menggambarkan perasaan ini saat bermain olahraga. Seorang master catur mengatakan bahwa waktu berlalu seratus kali lebih cepat. Dalam arti tertentu, itu menyerupai keadaan mimpi dan bisa tampak seperti sepersekian detik.
6. Sifat Autotelic dari Pengalaman
Csikszentmihalyi (1990) mencatat bahwa bahkan mungkin ada gaya kepribadian autotelik. Gaya kepribadian ini dikaitkan dengan seseorang yang secara konsisten melakukan sesuatu untuk kepentingan mereka sendiri, bukan sebagai respons terhadap ancaman atau penghargaan eksternal. Individu seperti itu dicirikan oleh otonomi dan kemandirian.
7. Flow Menyertai Aktivitas Menantang yang Membutuhkan Keterampilan
Csikszentmihalyi percaya bahwa ketika tantangan pribadi dari suatu kegiatan mendorong tingkat keterampilan seseorang sehingga diperlukan konsentrasi terfokus yang intens, maka kondisinya tepat untuk mengalir. Jika tuntutannya tinggi dan keterampilannya rendah, maka seseorang akan merasa cemas.
8. Suatu Kegiatan memiliki Tujuan yang Jelas dan Umpan Balik Segera
Csikszentmihalyi berpendapat bahwa delapan kualitas ini menangkap esensi dari pengalaman (flow). Tidak semua harus hadir dalam setiap pengalaman seperti itu, tetapi dalam pengalaman aliran yang sangat intens, sebagian besar harus hadir. Aktivitas selama flow harus memiliki tujuan yang jelas dan umpan balik langsung sehingga seseorang tidak perlu bertanya-tanya tentang seberapa baik kinerjanya.
Sumber Reference:
Csikszentmihalyi, M. (1990). Flow: The psychology of optimal experience. New York: Harper & Row. Csikszentmihalyi has several interesting books on flow written for the general public.
Fullagar, C. J., & Kelloway, E. K. (2009). Flow at work: An experience sampling approach. Journal of occupational and organizational psychology, 82(3), 595-615.
McQuillan, J., & Conde, G. (1996). The conditions of flow in reading: Two studies of optimal experience. Reading Psychology: An International Quarterly, 17(2), 109-135.
Nakamura, J., & Csikszentmihalyi, M. (2009). Flow theory and research. Handbook of positive psychology, 195, 206.
