Pengasuh Anti Panik di Masa Pandemi

seminar

Rabu (14/7), Dinas Pendidikan Kota Bandung dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandung mempersembahkan kegiatan acara “General Parenting Akbar (GPA)” webinar dialog guru dan orang tua dengan mengusung tema besar “Pengasuhan Anti Panik di Masa Pandemi” merupakan webinar dalam rangka peluncuran program Pandawa -Ngabandungan (Ngawangkong, Bimbingan Indung Babarengan). Kegiatan ini dapat terselenggara atas kerjasama Puspaga, Pandawa, dan Fokab kota Bandung. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 08.00 sampai dengan selesai dengan menggunaka zoom meeting dan live streaming melalui akun youtube Dinas Pendidikan Kota Bandung. Kegiatan webinar ini dihadiri oleh 809 orang dari berbagai kalangan, termasuk diantaranya Kepala Dinas PPPA kota Bandung yaitu Dr. Rita Verita Sri Hasniarty, MM.,MH. Kes, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung yaitu Drs.H. Hikmat Ginanjar, M.Si, dan Ketua Puspaga kota Bandung yaitu Siti Muntamah, S.A.P. Selain itu juga kegiatan acara webinar ini menghadirkan dua narasumber yang profesional yaitu Dr. Tina Dahlan, M.Pd., Psikolog (Pakar Pendidikan Keluarga & Kaprodi Magister Psikologi Pendidikan SPs UPI ) dan Triska Fauziah Resmiati M.Pd (Master Trainer Guru Penggerak Kemendikbud & Guru Berprestasi Prov Jabar 2019).

WhatsApp Image 2021-07-23 at 04.53.53

Mengawali pemaparannya, Dr. Tina Dahlan, M.Pd., Psikolog mengajak kepada peserta webinar tentang bagaimana pengasuhan dan pembelajaran yang damai dan menentramkan di masa pandemi seperti sekarang ini.

Dalam kegiatan acara webinar ini Dr. Tina Dahlan  menjelaskan tentang rahasia orang tua atau guru yang damai dalam sudut pandang psikologi yakni diantaranya mengelola diri sendiri, membina keterhubungan lebih dalam dengan anak. Dan yang terakhir melatih pengelolaan emosi pada anak, bukan mengendalikan anak.

Penjelasan dari Dr. Tina Dahlan ini selaras dengan narasumber yang ke dua yang dijelaskan oleh narasumber Triska Fauziah Resmiati M.Pd. yakni dalam pembelajaran bermakna. Triska Fauziah Resmiati mengungkapkan, syarat pembelajaran bermakna yaitu harus ada kemerdekaan guru dan peserta didik dalam menentukan tujuan.

WhatsApp Image 2021-07-23 at 04.53.52

“Setelah anak memiliki tujuan, harapannya ada kebutuhan sehingga pembelajaran itu lebih terlaksana dan bermakna. Dan anak sendiri yang menentukan bagaimana cara belajar yang efektif” jelasnya.

Triska Fauziah Resmiati juga mengatakan berapa sigap para orang tua atau guru untuk menanyakan hal-hal yang kecil di pagi hari seperti mencari tahu perasaan anak sebelum belajar. Misalnya, Nak hari ini kamu sudah siap belajar atau belum? Atau Nak kamu mau belajar dimana, biar kamu nyaman? Ketika hal-hal seperti ini diperhatikan, ini akan membuat si anak merasa nyaman dan membantu menciptakan pembelajaran yang bermakna.

Kegiatan acara webinar ini diakhiri dengan menayangkan sebuah video tentang ucapan-ucapan selamat atas peluncuran pandawa ngabandungan, yang dikembangkan salah satunya oleh alumni prodi Psikologi Pendidikan SPs UPI.

(Pena, 2021)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *