RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) UNTUK MENANGANI GANGGUAN EMOSI

Masalah kesehatan mental atau gangguan kesehatan mental berkaitan erat dengan kepribadian. Kepribadian memiliki peran penting sebagai penggerak perilaku. Jika kepribadian mampu mengatur dengan baik setiap permasalahan, maka akan menghasilkan kesehatan mental yang baik pula. Namun sebaliknya apabila kepribadian gagal dalam menjalankan tugasnya, maka akan muncul gangguan kesehtan mental.

Setiap individu pasti memiliki permasalahan dalam hidupnya. Banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh individu, baik yang ringan maupun yang berat tidak boleh dibiarkan menumpuk di dalam pikiran. Ketika individu mengabaikan masalah yang dihadapinya, maka akan menyebabkan tekanan dalam diri yang akan mengganggu dan dapat merusak kesehatan fisik maupun mental seperti susah tidur, cemas dan depresi (Bengi, 2018)

Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) prevalensi ganguan mental emosional (kecemasan dan depresi) orang Indonesia berumur 15 tahun ke atas mencapai 11,6% dan 0,46% lainnya mengalami gangguan jiwa berat. Berdasarkan data statistik tahun 2004 tercatat sebanyak 1030 orang melakukan percobaan bunuh diri dan 705 diantaranya hingga kehilangan nyawa (Susana, 2015)

Albert Ellis menyatakan bahwa terlepas dari kapan, bagaimana dan mengapa seseorang pada mulanya menjadikan dirinya cemas atau depresi, maka individu tersebut akan tetap merasa demikian jika indvidu tersebut memiliki keyakinan-keyakinan yang irrasional dalam pemikirannya (Bengi, 2018). Keyakinan irrasional inilah yang menjadi mediator dalam hubungan antara stresor dan stres (depresi). Apabila terdapat stresor pada individu yang memiliki keyakinan irrasional yang tinggi maka akan memperburuk stres yang ada dalam dirinya (Gaghana, 2019).

Terlepas seberapa kuat atau mampu tidaknya kita dalam menghadapi permasalahan setiap harinya, diri kita membutuhkan bantuan dari orang lain pada waktu tertentu. Beban psikologis mungkin tidak terlihat dibandingkan dengan beban fisik, tetapi bukan berarti beban itu tidak ada atau tidak nyata, oleh karena itu untuk membantu orang-orang yang mengalami beban psikologis ini dibutuhkan terapi.

Salah satu terapi yang cukup popular dalam dunia psikologi dan konseling adalah Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT). Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) adalah pendekatan behavior kognitif yang menekankan pada keterkaitan dengan perasaan, tingkah laku dan pikiran. Pandangan dasar pendekatan ini tentang manusia adalah bahwa individu memiliki tendensi untuk berpikir irrasional yang salah satunya didapat melalui belajar sosial. Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) menekankan bahwa tingkah laku atau emosi yang bermasalah disebabkan oleh pemikiran yang irrasional sehingga fokus penanganan pada pendekatan Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT) adalah pemikiran individu.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa REBT berhasil menangani masalah-masalah gangguan mental atau emosi seperti kecemasan (Srifianti,2018 & Thahir, 2016), depresi atau stres (Arief, 2014; Susana, 2015; Indayani,2016; Umami & Sari, 2020; Sovtriana, 2021), trauma (Sari, 2020) dan kesepian.  Rational Emotive Behavior Therapy digunakan untuk membantu individu dalam mengoreksi pikiran-pikiran atau keyakinan-keyakinannya sendiri terkait permasalahan-permasalahan hidup, pandangannya terhadap situasi/peristiwa atau terhadap dirinya sendiri, sehingga individu tersebut mengenali dan pada akhirnya menyadari bahwa keyakinan dan pikiran irasionalnyalah yang mempengaruhi emosi dan perilakunya.

Penulis : Endah Maulida

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *