TESIS – Tuti Azizah, Hani Yulindrasari, S.Psi., M.Gendst., Ph.D., Dr. Ilfiandra, M.Pd., Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., Psikolog., Dr. Anne Hafina, M.Pd.
Abstrak : Teori kognisi sosial Bandura menyebutkan bahwa tindakan manusia adalah hasil interaksi antara pribadi, perilaku dan lingkungan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Sementara lingkungan yang berubah sejak pandemi Covid-19 melanda dunia memberikan dampak perubahan yang drastis pada sistem pendidikan melalui penerapan pembelajaran daring. Self-efficacy sebagai faktor kognitif dari pribadi siswa yang berhubungan dengan keyakinan mengenai kemampuannya untuk melakukan tindakan yang diperlukan agar menghasilkan pencapaian tertentu. Penelitian ini menggambarkan dinamika self-efficacy yang dirasakan siswa selama pembelajaran daring di masa pandemic Covid-19. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian grounded theory melalui wawancara mendalam kepada siswa jenjang SMA dan SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama pembelajaran daring di masa pandemic Covid-19 keyakinan siswa tentang kemampuan dirinya (self-efficacy) dapat dipertahankan dengan kemampuan identifikasi kebutuhan berprestasi. Adanya kebutuhan berprestasi memotivasi siswa untuk persisten dalam mengerjakan tugas dan siswa dinilai dapat mencapai target belajar selama pembelajaran daring. Di sisi lain, self-efficacy siswa dalam konteks pembelajaran berbeda dengan self-efficacy mereka tentang harapan masa depan. Selama pembelajaran daring di masa pandemic Covid-19 siswa merasa ragu, pesimis dan tidak berdaya untuk dapat bekerja atau menempuh pendidikan lebih lanjut. Implikasi dibahas untuk guru, pengambil kebijakan pendidikan di sekolah dan orang tua siswa serta rekomendasi ditunjukkan untuk penelitian selanjutnya.
Kata Kunci: dinamika, self-efficacy, siswa SMA, Kabupaten Kuningan.
