Pencarian cinta (search of love) dan hubungan yang mendukung (supportive relationships) merupakan faktor penting dalam kehidupan. Konsep jenis cinta adalah hasil kombinasi dari ketiga komponen cinta seperti keintiman, hasrat, keputusan dan komitmen. Cinta merupakan perilaku yang bersifat aktif dan bertujuan untuk memberi. Fenomena cinta tidak akan lekang oleh waktu, hingga akhir zaman pun cinta tetap ada pada semua mahluk hidup yang ada di dunia (Fromm, 2018:38).
Kualitas hubungan kita dalam bersosial adalah salah satu faktor utama apakah kita merasa terpenuhi, puas, dan bahagia dalam hidup kita. Pada dasarnya cinta adalah salah satu emosi yang dapat mengambil berbagai bentuk (Compton, 2005).
Sternberg (2009: 8) menunjukkan bahwa keintiman cinta meliputi setidaknya sepuluh elemen:
1) Keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan orang yang dicintai.
2) Merasakan kebahagiaan dengan orang tercinta
3) Menggenggam orang tercinta dengan penuh rasa hormat.
4) Dapat diandalkan saat orang yang dicintai membutuhkannya
5) Adanya rasa memahami satu sama lain.
6) Berbagi diri dan harta miliknya dengan orang tercinta
7) Menerima dukungan emosional dari orang tercinta
8) Memberikan dukungan emosional kepada orang yang dicintai.
9) Berkomunikasi secara intim dengan orang yang dicintai
10) Menghargai orang yang dicintai.
Konsep Jenis Cinta
Berikut tujuh jenis cinta menurut Sternberg (2009: 25-33):
- Rasa suka (Keintiman semata)
- Cinta nafsu (Hanya hasrat)
- Cinta Hampa (Hanya keputusan/komitmen)
- Cinta romantis (Keintiman hasrat)
- Cinta persahabatan (Keintiman dan komitmen)
- Cinta buta (Hasrat dan komitmen)
- Cinta sejati (Keintiman, hasrat dan komitmen)
Perspektif teoritis tentang cinta melihatnya sebagai pengalaman beragam yang menggabungkan setidaknya dua elemen yaitu gairah dan kecocokan.
Kepuasan hubungan dikaitkan dengan faktor-faktor seperti persahabatan, komitmen, bagaimana pasangan menghadapi konflik, dan efek dari stresor eksternal (Compton, 2005)
Tercapainya kepuasan dalam hubungan dapat kita temukan melalui kesamaan sikap dan nilai, kejujuran, kepercayaan, dan penggunaan komunikasi yang sehat. Saran untuk meningkatkan hubungan yaitu memfokuskan pikiran kita untuk menciptakan lebih banyak peluang sehingga terlibat lebih intim dalam aktivitas dan kehidupan emosional dengan pasangan (Compton, 2005).
Penulis : Elvia Devi & Lidiya Novita
Sumber :
Compton, W.C. (2005). An Introduction of Positive Psychology. Thomson Wadsworth, Belmont.
Fromm, E. (2018). Seni Mencintai. Terjemahan Aquarina Kharisma Sari. Yogyakarta: Penerbit BasaBasi
Sternberg, R.J. (2009). Cupid’s Arrow Panah Asmara
