Kembalinya Semangat Berpendidikan dalam Pertemuan Perdana

Pandemi telah berangsur-angsur menurun. Hal ini menjadikan setiap gugus masyarakat bersemangat untuk menjalankan aktivitas secara luring, namun tetap ketat dengan protokol kesehatan. Begitu juga dengan kegiatan dalam bidang pendidikan khususnya di sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK dan pendidikan lanjut. Guru, siswa, mahasiswa, serta tenaga pendidik lainnya mulai memasuki masa luring (luar jaringan) atau bisa disebut pertemuan tatap muka di instansinya masing-masing.

Tak lepas dari peraturan pemerintah NOMOR 05/KB/2021, NOMOR 1347 TAHUN 2021, NOMOR HK.01.08/MENKES/6678/2021, NOMOR 443-5847 TAHUN 2021 lalu, Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan COVID-19 di lingkungan Kemendikbud serta Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan COVID-19 pada Satuan Pendidikan: “Kami mendorong para guru untuk tidak menyelesaikan semua materi dalam kurikulum. Yang paling penting adalah siswa masih terlibat dalam pembelajaran yang relevan seperti keterampilan hidup, kesehatan, dan empati.” Demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, pada acara media briefing Adaptasi Sistem Pendidikan selama COVID-19, hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri, Kemendikbud, dan Ketua Tim Pakar Penanganan COVID-19, di Istana Kepresidenan DKI Jakarta, Kamis (14/5), yang mengharuskan seluruh aktivitas pendidikan dilakukan secara daring.

Tepat pada hari Senin tanggal 29 Agustus 2022, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah melaksanakan Masa Pengenalan Kampus (MOKAKU) yang dihadiri oleh seluruh mahasiswa baru bersama seluruh civitas akademik termasuk Rektor UPI yaitu Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A. beserta jajarannya secara hybrid. Bagi mahasiswa baru jenjang Sarjana (S1) diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan secara luring dengan tertib dan dengan melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, sedangkan untuk jenjang Pascasarjana (S2 dan S3) dilaksanakan secara daring dari tempat tinggal masing-masing selama 1 hari. Selanjutnya pada hari ke 2 setiap jenjang dikembalikan kepada prodi masing-masing untuk melaksanakan pra perkuliahan. Salah satu materi pada pra perkuliahan di hari kedua adalah tentang pentingnya publikasi ilmiah. Publikasi ilmiah sudah menjadi syarat kelulusan bagi mahasiswa Pascasarjana UPI baik melalui konferensi atau seminar dan juga jurnal ilmiah. Namun sebelum melaksanakan publikasi ilmiah tersebut, mahasiswa diajak untuk memiliki pemahaman tentang cara berpikir. Prof. Syihabuddin memaparkan bahwa ada 4 macam pola pikir yang harus dimiliki oleh mahasiswa yaitu berpikir interdisiplin, berpikir reflektif, berpikir sebagai pembelajar sepanjang hayat, dan menjadi manusia bermoral.

Pra perkuliahan yang dilaksanakan di Prodi Psikologi Pendidikan sendiri dilakukan secara daring, dihadiri oleh ketua program studi yaitu Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi, M.Pd, Psikolog.,beserta jajaran, serta dihadiri oleh beberapa mahasiswa tahun 2019, 2020, 2021, untuk memberikan penguatan dan motivasi kepada mahasiswa baru tahun 2022 ganjil. Pada kesempatan ini lah mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan belajar beserta para pendidiknya, kegiatan apa saja yang selalu dilaksanakan, dan seperti apa cara penyampaian materi di kelas.Ada banyak pembelajaran serta pengetahuan yang baru bagi mahasiswa 2022 Ganjil mengenai Psikologi Pendidikan, salah satunya mahasiswa diharapkan memiliki kreativitas dan penguasaan materi untuk dibagikan di lingkungan masyarakat dengan cara mengadakan penelitian lapangan atau penyelenggaraan seminar. Hal tersebut menjadi kegiatan yang sangat dinantikan oleh para mahasiswa, terlebih kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa untuk terus berkarya dan berani menciptakan inovasi baru untuk digunakan dalam bidang pendidikan formal maupun informal.

Prodi Psikologi Pendidikan memulai perkuliahan perdana pada tanggal 1 September 2022 di gedung Pascasarjana lantai 3 ruang 03.053, yang dibuka oleh Ibu Hani Yulindrasari, S.Psi,MGendst., Ph.D sebagai pengampu mata kuliah Psikologi Umum. Beliau adalah salah satu dosen yang memiliki banyak prestasi serta sering menjadi narasumber di beberapa Seminar Nasional dan Internasional. Lalu dilanjutkan dengan mata kuliah Psikologi Perkembangan yang diampu oleh Ibu Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi, M.Pd, Psikolog. yang juga merupakan Ketua Program Studi Psikologi Pendidikan. Karena kredibilitasnya dalam bidang psikologi perkembangan, konseling, psikoterapi, dan pendidikan keluarga, beliau kerap diundang sebagai pembicara/narasumber/pakar dalam seminar, pelatihan atau workshop. Pelaksanaan mata kuliah ini dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring).

Mahasiswa program studi Psikologi Pendidikan tahun 2022 Ganjil ini ternyata datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara. Terdapat 2 mahasiswa internasional yang berkewarganegaraan asing, syukurnya tidak terdapat kesulitan dalam berkomunikasi. Perkuliahan dilaksanakan dengan ringan dan menyenangkan, memberikan kenyamanan bertukar pikiran bagi mahasiswa yang berlangsung dari pukul 07.00 sampai pukul 12.00 siang. Walaupun tidak memiliki durasi yang panjang tetapi mahasiswa memahami pembahasan awal dari setiap mata kuliah yang disajikan oleh dosen pengampu.

Pada perkuliahan perdana ini, tentunya mahasiswa memiliki kesan pertama yang memorable dan positif. Berikut adalah kesan-kesan yang disampaikan beberapa mahasiswa Psikologi Pendidikan 2022 Ganjil;

“Teman-teman kelas sangat ramah dan seru. Dosen kita pun, Ibu Tina, saya suka dengan cara beliau mengajar. Saya senang sekali bisa kenal teman-teman yang sekarang dan dosen-dosen saya.”

“Kesan saya terhadap psikologi umum: Senang sekali bisa bergabung sebagai keluarga besar psikologi pendidikan UPI Bandung dan mendapatkan kembali ilmu Psikologi umum oleh Ibu Hani. Alhamdulillah dosennya sangat ramah sehingga membuat kelas terasa nyaman, seketika saja dengan kenyamanan itu mudah-mudahan perkuliahan terasa menyenangkan dan tanpa beban.”

“Mata kuliah paling pertama ketika memasuki perkuliahan S2 adalah Psikologi Umum yang diampu oleh Ibu Hani. Beliau membuka kelas perdana ini dengan menyampaikan sedikit keinginannya untuk melakukan kelas full luring selama 1 semester kedepan yang mana sejalan dengan harapan saya yang kurang menyukai pembelajaran daring. Hal ini membuat saya lebih semangat untuk berproses di bangku S2. Setelahnya, Ibu Hani juga membahas tentang Hakikat Psikologi yang kemudian diakhiri dengan sharing tentang bidang disiplin ilmu yang ada di psikologi. Saya rasa teman-teman pun merasa senang seperti saya karena pembawaan Ibu Hani yang terbilang friendly tidak membuat kami merasa tegang sedikit pun di hari pertama ini. Begitu juga dengan mata kuliah Psikologi Perkembangan yang diampu oleh Ibu Tina. Pendekatan yang dilakukan dengan cara berbagi cerita (sharing) membuat seisi kelas menjadi lebih intimate dan tidak terasa “belajar” nya. Saya rasa dengan begini, ilmu yang diterima akan lebih mudah untuk diterapkan di keseharian kita. Harapan saya kedepannya, perkuliahan akan terus memiliki atmosfer kelas yang seperti ini.”

Demikian kesan-kesan pertama mahasiswa Psikologi Pendidikan 2022 Ganjil. Semoga apa yang dimulai hari ini akan berakhir dengan keberhasilan yang memuaskan dan sesuai dengan harapan dan target yang ingin dicapai masing-masing mahasiswa. Juga dengan dimulainya perkuliahan luring kali ini, diharapkan semangat belajar mahasiswa akan lebih tinggi dan meningkat dari masa pandemi yang sudah 2 tahun lamanya. (Anenda Bagus Satrya Ganesha, Dewi Suniarsih, Indah Al Aziz, Milan Daryanani, Rejepmamet Yegenklychev, Ropiah Tul’adawiyah, Rosita Febriyanti, Tina Janeti, 2022)

Sumber: https://setkab.go.id/inilah-perubahan-kebijakan-pendidikan-selama-masa-pandemi-covid-19/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *