KERJASAMA ITB DENGAN NORTHERN ILLINOIS UNIVERSITY DAN GLOBAL ENVIRONMENTAL HEALTH LAB DALAM MEMPERKENALKAN SGDs PADA BERBAGAI DISIPLIN ILMU

Program STREAM 2022 : Summer Class SDGs yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung gedung CIBE selama tiga minggu pada tanggal 6 Juli-21 Juli 2022 secara hybrid online dan offline. Acara ini merupakan kolaborasi dari Fakultas Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan ITB dengan Northern Illinois University dan Global Environmental Health LAB Amerika Serikat yang dikepalai oleh Prof. Tomoyuki Shibata, Ph.D. Kegiatan ini tidak hanya diisi oleh Prof. Tomoyuki Shibata, tetapi juga diisi oleh dosen-dosen seluruh Indonesia, ibu Dr. Tina Hayati Dahlan, M.Pd., Psikolog. Turut berpartisipasi dalam menyampaikan materi mengenai “Individual and behavioral determinants of health (from psychological perspective) – mindfulness”. Memperkenalkan materi mengenai mindfulnes dan kesehatan mental.

Prof. Tomoyuki Shibata, Ph.D., dan empat mahasiswa dari Amerika Serikat menghadiri langsung acara ini. Acara ini dihadiri oleh peserta dari beberapa Universitas yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Padjajaran (UNPAD), UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan berbagai disiplin ilmu yaitu, teknik lingkungan, kedokteran, sosiologi, dan psikologi dan semua mahasiswa berbagai tingkat dapat mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini memperkenalkan SDGs kepanjangan dari Sustainable Development Goals yaitu sebuah tujuan dari pembangunan berkelanjutan yang memiliki 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur yang merupakan agenda PBB untuk dunia pembangunan untuk keselamatan dunia pembangunan untuk keselamatan manusia dan planet bumi.

Tidak hanya memperkenalkan SDGs pada mahasiswa berbagai multidisiplin ilmu, tetapi memperkenalkan dan menerapkan metode penelitian kuantitatif yang dimana mahasiswa baik luring maupun daring dibagi kedalam empat kelompok yang berisikan enam anggota mahasiswa secara acak dengan tujuan untuk saling mengenal, memahami, satu sama lain dan mempelajari berbagai perspektif multidisiplin ilmu. Kemudian kelompok tersebut harus melakukan penelitian dengan cara menyebarkan angket yang sudah dirancang oleh tim Prof. Tomoyuki Shibata, Ph.D. dan mempresentasikan didepan kelas. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang berharga bagi mahasiwa yang berminat menggunakan metode kuantitatif.

Kegiatan ini memberikan kesan yang cukup mendalam. Dapat dikutip dari pernyataan dari beberapa mahasiswa yaitu:

“Kegiatan STREAM 2022 ini seru banget! Bisa kenal dari berbagai jurusan & tingkatan, terus juga ada sesi materi dari pemateri yang bagus-bagus dan tentunya nambah ilmu juga sesi diskusi yang bisa bikin tau sudut pandang dari jurusan atau bidang lain.” – Tiarina Aisha Maulani, Mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung.

“Selama mengikuti program stream summer school bukan hanya materi yang saya dapatkan, lebih dari itu saya menemukan kawan-kawan baru yang saling melengkapi satu sama lain dari berbagai bidang jurusan dan universitas. Didalamnya kami belajar dan tertawa untuk mendapatkan ilmu yang baru. Saya sangat bersyukur karena telah mengikuti program ini dan saya ucapkan terima kasih banyak untuk para pemateri yang telah meluangkan waktunya untuk memberikan materi kepada kami.” – Hasan Taufiq, Mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung.

“Melalui STREAM, kita bisa belajar bahwa mendalami berbagai ilmu seperti tema stream seni, teknologi, matematik, teknik, Agama adalah hal yang luar biasa menarik dan sangat berkaitan di kehidupan yang akan datang.” – Saptina, Mahasiswa Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sumatera.

“STREAM 2022 was a great experience to learn about environmental public health, SDGs, and research skills. My favorite part was meeting students from all over Indonesia and learning about Indonesian culture.”

“STREAM 2022 adalah pengalaman yang luar biasa untuk belajar tentang kesehatan masyarakat lingkungan, SDGs, dan keterampilan penelitian. Bagian favorit saya adalah bertemu siswa dari seluruh Indonesia dan belajar tentang budaya Indonesia.” – Rachael Chait, Mahasiswa Kedokteran University of Miami.

“The presentations were very interesting and covered many disciplines. Since I come from a public health background many of the topics were already known to me. Despite that I thoroughly enjoyed the connection to our global health. Though I had learned about the topics before, it had not really been taught in a way that looked at the big picture of heath. The focus on collaboration and interdisciplinary work was really inspiring. Highlighting the importance of teamwork and systems thinking is very important as we work towards a better future. The survey development process and preliminary analysis created interesting discussions and brought up things I had not previously considered. It allowed  cross cultural communication and many approaches to our research topic. Overall the program was very rewarding and I met a lot of wonderful people I hope to work with in the future.”

“Presentasinya sangat menarik dan mencakup banyak disiplin ilmu. Karena saya berasal dari latar belakang kesehatan masyarakat, banyak topik yang sudah saya ketahui. Meskipun demikian, saya sangat menikmati hubungannya dengan kesehatan global kita. Meskipun saya telah belajar tentang topik sebelumnya, itu tidak benar-benar diajarkan dengan cara yang melihat gambaran besar kesehatan. Fokus pada kolaborasi dan kerja interdisipliner benar-benar menginspirasi. Menyoroti pentingnya kerja tim dan pemikiran sistem sangat penting saat kami bekerja menuju masa depan yang lebih baik. Proses pengembangan survei dan analisis pendahuluan membuat diskusi menarik dan memunculkan hal-hal yang sebelumnya tidak saya pertimbangkan. Ini memungkinkan komunikasi lintas budaya dan banyak pendekatan untuk topik penelitian kami. Secara keseluruhan, program ini sangat bermanfaat dan saya bertemu banyak orang luar biasa yang saya harap dapat bekerja sama di masa depan.” – Assiya Muhammad, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Georgia State University.

“STREAM 2022 itu jadi wadah aku untuk belajar dari banyak aspek, karena menurut aku untuk mencapai goal yang diinginkan harus kerjasama multidisiplin, bukan jalan sendiri-sendiri. Di STREAM, aku bisa bertukar pikiran sama teman-teman yang beda keilmuan denganku.” – Grace Alexandra, Mahasiswa Teknik Lingkungan : Pengelolaan infrastruktur air dan sanitasi Institut Teknologi Bandung Jatinangor.

“Selama saya mengikuti program ini, saya mendapat wawasan baru karena adanya keterlibatan peserta dari berbagai jurusan membuat saya bisa mendapat pengetahuan tentang suatu hal dari berbagai sudut pandang keilmuan. Pesan saya bahwa program STREAM ini harus diikuti setiap mahasiswa karena untuk membahas suatu masalah, tidak bisa hanya mengandalkan keilmuan yang kita miliki, tetapi harus ada kolaborasi dari berbagai ilmu.” – Muhammad Irfan Abdullah, Mahasiswa Sosiologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

(Sarah Shafiya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *