Rahasia Bayu Ardhya, Alumni Psikopend SPs UPI Peraih 3 Medali PON XX Papua

FB_IMG_1633685555501-min

Rabu (27/10/2021), Tim Media Program Studi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia kembali menyelenggarakan talkshow melalui live Instagram @psikopend_sps. Pada kesempatan kali ini, tim menghadirkan alumni 2017 yang juga merupakan seorang atlet surface dan bifin – I Putu Bayu Ardhya Satrio, M.Pd., peraih tiga medali pada perhelatan PON XX di Papua yakni 1 medali emas untuk cabang 200 meter surface, 1 medali perak untuk cabang 100 meter surface, dan 1 medali perunggu untuk cabang 100 meter bifin. Tentu ini menjadi hal yang sangat menarik bagi para viewer yang mengikuti live Instagram tersebut. Antusiasme Bayu dalam membagi pengalamannya terlihat jelas terutama ketika ia memperlihatkan dan menjelaskan peralatan yang digunakan untuk surface dan bifin.

Pada kesempatan tersebut, wawancara dilakukan secara duet oleh Ketua Program Studi dan mahasiswa angkatan 2020 Psikologi Pendidikan SPs UPI. Pasangan ngocol antara Dr. Tina Dahlan dan Faiz Fatihul Alwan menambah keseruan pada malam itu. Menurut Kaprodi, Dr. Tina Dahlan, Bayu merupakan salah satu mahasiswa yang ‘langganan’ mengisi tabel-tabel prestasi non akademik pada saat beliau mengisi Laporan Tengah dan Akhir Tahunan Prodi. Selain itu, Bayu terbilang mahasiswa yang rajin dan tekun karena selalu hadir dalam kegiatan perkuliahan dan menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, padahal jadwal latihannya sangat padat. Bayu juga memiliki panggilan khas dari teman-teman satu angkatannya, yaitu “si bungsu” karena usianya terbilang paling muda dengan wajah baby face.

WhatsApp Image 2021-10-06 at 19.03.47

Bayu adalah satu dari sekian banyak alumni yang telah mengharumkan nama Prodi Psikologi Pendidikan SPs UPI. Dibalik pencapaiannya yang gemilang, ada ketekunan dan keseriusan Bayu yang tidak diketahui banyak orang. Ketika acara live Instagram @psikopend_sps yang dipandu Dr. Tina Hayati Dahlan dan tersebut, Bayu membagikan pengalamannya sebelum berada di puncak prestasinya.

Berawal dari terapi asma yang disarankan oleh dokter, Bayu memulai memasuki dunia renang sejak belia. Bayu mengikuti kelas privat renang di sekolahnya pada saat SMP. Pada saat SMA, Bayu sempat menghentikan latihan renangnya dan berfokus pada pendidikan akademiknya di sekolah. Saat memasuki perguruan tinggi, Bayu mulai kembali aktif berlatih berenang dan bergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Aquatik sampai dengan tahun 2014. Pada bulan Januari tahun 2015 Bayu mulai mengambil konsentrasi cabang selam sampai dengan tahun 2017.

Setidaknya Bayu berlatih selam 9 sampai dengan 11 kali dalam seminggu. Namun begitu, Bayu tetap semangat dalam menuntut ilmu. Hal ini dibuktikan dengan masuknya Bayu pada Program Studi Psikilogi Pendidikan SPs UPI tahun 2017. Motivasi Bayu memilih Prodi Psikologi Pendidikan dibandingkan prodi lain karena Bayu ingin mencoba hal baru. Di tahun 2018 Bayu mengikuti PORDA dengan tetap mengikuti kegiatan perkuliahan magisternya. Semangat, pengelolaan waktu yang baik, kedisiplinan, komitmen, dan ketekunannya selama ini mengantarkan Bayu pada pencapaian terbaiknya yaitu meraih 3 medali dalam perhelatan PON XX di Papua.

20201015132726_IMG_3891-min

“Menjadi seorang atlet tidak harus meninggalkan pendidikan karena saya tidak selamanya menjadi altet. Suatu saat nanti saya bisa jadi akan menjadi pelatih, guru, atau yang lainnya dan saya akan memerlukan ilmu psikologi pendidikan untuk diberikan kepada peserta didik saya nanti” ujar Bayu.

            Bayu adalah satu dari sekian alumni Psikologi Pendidikan SPs UP berprestasi yang menginspirasi dan membanggakan. Semoga kedepannya lahir Bayu Bayu lainnya, mahasiswa mahasiswi berperstasi di bidangnya yang senantiasa menginspirasi generasi muda lainnya.

(Pena & Firda)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *