SELF-EFFICACY GURU SEKOLAH DASAR DI KOTA BANDUNG DALAM PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING PADA MASAPANDEMI COVID-19

TESIS

Ridha Fauzia Rimuna, Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd., Dr. Nandang Budiman, M.Si.

Abstrak:

Pandemi covid-19 mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia, metode pembelajaran yang semula dilakukan secara offline menjadi online dan berkembang menjadi pembelajaran blended learning, hal ini menuntut guru untuk melakukan perubahan dalam proses belajar mengajar yang juga berpengaruh terhadap self-efficacy guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji profil self-efficacy guru, dinamika self efficacy guru, sumber-sumber self-efficacy, serta faktor-faktor yang mempengaruhi self-efficacy guru dalam pembelajaran blended learning di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Teknik pengambilan data dengan melakukan wawancara. Pemilihan partisipan penelitian menggunakan prosedur typical case sampling. Partisipan penelitian terdiri dari empat orang guru Sekolah Dasar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif Huberman dan Miles. Temuan menunjukan bahwa profil self-efficacy keempat partisipan beragam bergantung kepada hambatan yang dihadapinya. Dinamika self-efficacy keempat partisipan pada awal pandemi mengalami penurunan, seiring berjalannya waktu guru dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi sehingga mendapatkan solusi yang baik dalam proses belajar mengajar yang membuat adanya peningkatan self efficacy. Mastery experience, vicarious experience, verbal persiasion, dan physiological emotional state menjadi sumber self-efficacy. Self-efficacy guru dipengaruhi oleh gender, sifat terhadap tugas yang dihadapi, status atau peran individu dalam lingkungannya, pengalaman masa lalu, lingkungan sekitar dan dukungan sosial.

Kata Kunci: Self Efficacy Guru Sekolah Dasar, Pembelajaran Blended learning, Masa Pandemi Covid-19.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *