Audi Nurahmawati & Ajeng Kusumawardhani
Bandura mengemukakan empat aspek struktur kepribadian, yakni self-system, self-regulation, self-efficacy, collective efficacy (Suwartini, 2016)
Self-system (Sistem self)
Bandura menyakini bahwa tingkah laku manusia merupakan hasil interaksi timbal bailk yang terus menerus antara factor penentu. Factor ini disebut “reciprocal determinism”, yang mana manusia mempengaruhi nasibnya dengan mengontrol kekuatan lingkungan, tetapi mereka juga dikontrol oleh lingkungan tersebut. Interaksi diantara factor-faktor tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
.
Sistem tersebut menandakan bahwa perilaku manusia adalah merupakan hasil dari interkasi antara lingkungan, perilaku dan manusia itu sendiri (Yusuf & Nurihsan, 2011)
Self-Regulation (Regulasi diri)
Istilah regulasi diri yang dimaksud adalah bahwa individu memiliki kapasitas untuk memotivasi dirinya sendiri untuk menetapkan tujuan personalnya, merencanakan strategi sebagai evaluasi dan modifikasi perilaku yang sedang berlangsung. Titik tekan yang dijelaskan oleh Bandura ialah bahwa manusia memiliki kemampuan memprediksi atas suatu hal sehingga individu mampu mengantisipasi hasil dan membuat rencana sesuai dengan harapannya (Suwartini, 2016)
Self-efficacy (Efikasi diri)
Yusuf dan Nurihsan (2011) mendefinisikan efikasi diri sebagai keyakinan diri (sikap percaya diri) terhadap kemampuan sendiri untuk menampilkan tingkah laku yang akan mengarahkannya kepada hasil yang diharapkan. Efikasi diri dapat bersumber dari empat hal, yaitu: a). Pengalaman performasi: prestasi yang pernah dicapai pada masa yang telah lalu, b). Pengalaman vikarius: pengalaman yang diperoleh melalui social modeling, c). Persuasi sosial, dan d). Keadaan emosi.
Collective efficacy (Efikasi kelompok)
Pendapat Bandura mengenai individu adalah orang berusaha mengontrol kehidupan dirinya tidak hanya dengan efikasi diri individual, melainkan juga melalui efikasi kolektif. Efikasi kolektif merupakan keyakinan yang ada dalam masyarakat bahwa usaha mereka secara berama-sama dapat menghasilkan perubahan sosial tertentu (Suwartini, 2016)
Referensi:
Lawrence A. Pervin, Daniel Cervone, Oliver P.John, Psikologi Kepribadian…, 462-463.
Alwisol, Psikologi Kepribadian…,285-286.
Suwartini, S. (2016). Teori kepribadian social cognitive: kajian pemikiran Albert Bandura personality Theory social cognitive: Albert Bandura. Al-Tazkiah: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam, 5(1), 37-46.
Yusuf, S. & Nurihsan, A. J., (2011). Teori Kepribadian. Bandung: Remaja Rosdakarya
