Sarah Shafiya F & Melati Putri Hazlizah
Sejarah Asesmen
Awalnya, istilah asesmen banyak digunakan dalam bidang perencanaan dan penelitian. Kemudian pada tahun 1960-an dua kata dalam bahasa Inggris “measurement dan evaluation” sangat populer di Indonesia, terutama ketika seseorang ingin menilai hasil belajar (Yusuf, 2015).
Pengertian Asesmen
Menurut Stiggins (1994) asesmen digunakan sebagai penilaian proses, kemajuan dan hasil belajar siswa (outcomes). Jadi, asesmen itu ada untuk menjadi penilaian dari proses, kemajuan dan hasil belajar siswa apakah pembelajaran itu sudah tepat atau belum.
Asesmen Dalam Pendidikan
Asesmen merupakan sarana yang secara kronologis membantu guru dalam memonitor siswa (Wiggins, 1984). Hal ini diperkuat oleh Popham (1995) yang memaparkan bahwa asesmen sudah seharusnya merupakan bagian dari pembelajaran, bukan merupakan hal yang terpisahkan.
Fungsi Asesmen Dalam Pendidikan
Asesmen pendidikan diperlukan untuk memberikan umpan balik bagi penyempurnaan pendidikan untuk masa yang akan datang, baik yang berhubungan proses pelaksanaan yang dapat dicapai sebagai salah satu variabel yang menentukan (Yusuf, 2015).
Referensi:
- Popham, W.J. 1995. Classroom Assesment, What Teachers Need It Know Oxford: Pergamon Press.
- Stiggins, RJ. 1994. Student – Centered Classrom Assesment . New York: Macmillan College Publishing Company.
- Wiggins, G. 1984. ‘’A True Test: Toward More Authentic and Equitable Assesment’’ Phi Delta Kappan 70, (9) 703 – 713.
- Yusuf, M. A. (2015). Asesmen dan evaluasi pendidikan: pilar penyedia informasi dan kegiatan pengendalian mutu pendidikan edisi pertama. Jakarta: KENCANA.
