SELF-EFFICACY GURU MISMATCH SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

TESIS

Erna Hadianti Mutajanidah, Prof. Dr. Juntika Nurihsan, M.Pd., Dr. Ilfiandra, M.Pd., Hani Yulindrasari, S.Psi., M.Gendst., PhD., Dr. Tina Hayati Dahlan, S.Psi., M.Pd., Psikolog.

Abstrak:

Bandura dalam teori kognisi sosialnya mennyebutkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh manusia merupakan hasil dari interaksi antara faktor pribadi individu (kognitif, afektif, dan biologis), perilaku, dan lingkungan yang saling berkaitan dan saling memengaruhi antara satu dan yang lainnya. Sementara bagi seorang guru mismatch, mengajar bidang studi yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kompetensi yang dimilikinya berdampak terhadap keyakinannya untuk mampu terlibat dalam proses pengajaran dan mengelola kelas. Self-efficacy merupakan faktor kognitif untuk membangun konstruk diri guru mismatch yang berhubungan dengan kemampuannya untuk melakukan tindakan yang diperlukan agar dapat menjalankan tugasnya dan mampu menghadapi berbagai hambatan yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Dengan melibatkan lima orang partisipan yang merupakan guru mismatch pada salah satu SMK di Kabupaten Bandung Barat, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap profil self-efficacy guru mismatch dalam teacher engagement, instructional startegies, dan classroom management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan terhadap materi ajar merupakan sumber utama keyakinan self-efficacy guru mismatch dalam keterlibatan guru, penerapan strategi pengajaran, dan pengelolaan kelas. Dukungan rekan kerja ditemukan sebagai sumber lain dari self-efficacy guru mismatch. Rekomendasi dibahas untuk para guru mismatch dan pengambil kebijakan pendidikan di tingkat sekolah, serta rekomendasi ditujukan untuk penelitian selanjutnya.

Kata Kunci: self-efficacy, guru mismatch, Kabupaten Bandung Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *